Berita Terkini: Tim UGM Ungkap Penyebab Utama Tragedi Longsor di Ponorogo!

0
653
longsor
Copyrigth©Twitter

Berita Terkini: Tim UGM Ungkap Penyebab Utama Tragedi Longsor di Ponorogo!

Indowarta.com – Tim Kaji cepat dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), telah melakukan penelitian langsung di Ponorogo guna mengetahui penyebab dari bencana longsor di Ponorogo yang terjadi pada Sabtu (1/4) lalu.

“Dari hasil kajian yang kami lakukan bersama, ada sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya longsor, secara kondisi alam memang sudah menunjukkan risiko tinggi tanah longsor,” ucap Bagus Bestari Kamarullah salah satu tim ahli yang datang dari UGM pada Senin (3/4).

Berdasarkan keterangannya, penyebab dari longsor di Ponorogo tepatnya di Dusun Tangkil, Desa Banaran itu cukup komplek, yakni antara lain adalah tingkat kemiringan dari tebing yang terbilang cukup curam, di sisi lain stuktur dari batuannya berupa lapukan dari gunung berapi.

“Jenis batuan itu memiliki sifat lepas-lepas, sehingga sangat rawan sekali terjadi longsor,”  jelasnya kepada beberapa awak media.

longsor di ponorogo
Copyrigth©Twitter

Ia juga menambahkan bahwa dari analisis yang ia lakukan bersama dengan tim ahli yang lain, telah ditemukan adanya zona lemah dengan panjangn 1,5 kilometer dari titik nol longsor sampai dengan sisi selatan.

Sedangkan, untuk kondisi dari tata guna lahan yang berada di lereng perbukitan juga nampak memprihatinkan, sebab banyak dijumpai tanaman yang lain yang dianggap tidak layak untuk berada di daerah lereng tersebut.

“Salah satunya adalah tanaman jahe yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat, kemudian ada juga bambu, tanaman bambu itu tidak cocok di tebing, tapi cocoknya di bawah tebing,” tambahnya.

Bagus menerangkan, untuk pemicu dari longsor di Ponorogo tersebut adalah karena tinggi curah hujan yang ada disekitar lokasi bencana. Bahkan selama tiga hari sebelum peristiwa tersebut, hujan terus mengguyur dengan intensitas yang tinggi.

“Sehari sebelumn kejadian itu hujan terjadi mulai dari sore hingga tengah malah, kondisi tersebut memicu terjadinya serapan air dalam tanah cukup tinggi, sehingga tanah itu dalam kondisi jenuh air,” tutur Bagus

Dalam penelitian itu pihaknya juga telah melakukan kajian pada potensi longsor susulan dari tebing berada di kanan serta kiri lokasi bencana tersebut.

BACA JUGA Berita Terkini: Tertimbun Sampai 17 Meter, 26 Korban Longsor di Ponorogo Sulit Dievakuasi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here