Sudah Tercapaikah Tujuan Program Tax Amnesty?

0
402
enny
Copyright©Majels

Sudah Tercapaikah Tujuan Program Tax Amnesty?

Indowarta.com – Program pengampunan pajak atau disebut dengan tax amnesty yang telah berjalan selama sembilan bulan sejak 1 Juli 2016 sudah berakhir pada 31 Maret 2017 lalu.

Jumlah dari deklarasi harta dalam negeri yang tercatat sebanyak Rp 3676 triliun dan untuk deklarasi harta luar negeri berjumlah Rp 1.031 triliun. Repatriasi atau pengalihan harta yang tercatat sampai dengan Rp 147 triliun, sementara untuk total uang tebusan yang masuk di kas negara sampai dengan Rp 144 triliun, pembayaran tunggakan sebesar Rp 18,6, untuk pembayaran bukti permulaan Rp 1,75 triliun.

Jika dilihat dari tujuannya, ada sebanyak tiga tujuan yang tercantum di dalam Pasal 2 Undang – Undang Nomor 11 tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.

Yang pertama, adalah mempercepat pertumbuhan serta restruksi ekonomi lewat pengalihan harta, yang diantaranya akan berdampak pada peningkatan likuiditas domestic, perbaikan nilai tukar rupiah, penurunan suku bungan serta peningkatan investasi.

Kedua, menyokong reformasi perpajakan mengarah pada sistem perpajakan yang lebih valis, komprehensif dan integrasi. Ketiga, meningkatkan penerimaan pajak yang diantaranya akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan.

Dengan melihat realisasi pencapaian di akhir Maret tersebut, lalu apakah tujuan dari program tax amnesty sudah dapat dikatakan tercapai, gagal atau justru berhasil tetapi kurang maksimal?

enny
Copyright©Majels

Enny Sri Hartati selaku Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance menganggap bahwa tujuan utama dari program tax amnesty ini tidak tercapai.

“Kenapa kita katakan gagal? Kalau repatriasi hanya Rp 147 triliun kan akhirnya kita tidak melihat indikasi penurunan suku bunga signifikan. Investasi yang tercermin dari PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) kemarin turun lagi. Nilai tukar kita masih sangat rentan terhadap berbagai persoalan eksternal,” ucap Enny ketika berada di Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Selasa (4/4).

Berdasarkan penjelasan Enny, rendahnya repatriasi tersebut bukan karena instrument yang dipersiapkan kurang. Kunci utama yang menjadi pertimbangan seseorang untuk menempatkan dana atau berinvestasi adalah sebuah kepercayaan.

“Kalau orang sudah percaya, dia tidak akan ragu membawa masuk uang ke Indonesia. Uang itu kan mencari keuntungan. Agamanya uang adalah keuntungan. Mereka butuh percaya bahwa mereka aman menempatkan uang di sini,” ucap Enny.

Sedangkan untuk tujuan yang kedua, Enny melihat hal tersebut cukup berhasil. Dirinya mengatakan masih ada harapan untuk perluasan dasar pajak walaupun baru dari adanya tax amnesty tersebut jauh dari potensi 45 juta yang belum mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak.

“Tetapi dari Rp 4.855 triliun itu, bisa dilakukan profiling oleh Direktorat Jenderal Pajak, bisa jadi perluasan. Kalau tadinya mereka tidak memasukkan SPT secara keseluruhan, ini akan ada tambahan,” tutur Enny.

Hal itu berhubungan dengan tujuan yang ketika, yakni peningkatan penerimaan pajak. Tetapi, Enny menyoroti sebenarnya peningkatan penerimaan pajak tersebut tidak dapat selesai hanya dengan adanya program tax amnesty.

Yang menjadi masalah utama rendahnya rasio pajak adalah kepatuhan dalam membayar pajak. Enny menilai kepatuhan rendah disebabkan data kependudukan yang masih belum baik. Dirinya berharap Indonesia akan segera mempunyai sistem identitas tunggal, dan bisa menekan penghindaran pajak.

BACA JUGA Berita Terkini: Curahan Hati Sri Mulyani Saat Tax Amnesty Berakhir!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here