Berita Terkini: Kesehatan Pengungsi Longsor di Ponorogo Mulai Terganggu!

0
371
Longsor Ponorogo
Copyright©detik

Berita Terkini: Kesehatan Pengungsi Longsor di Ponorogo Mulai Terganggu!

Indowarta.com – Setelah kejadian longsor Ponorogo tepatnya terjadi di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pilung, Kabupaten Ponorogo, beberapa pengungsi mengungkapkan masih mengalami trauma. Keadaan tersebut mulai berpengaruh terhadap kondisi kesehatan mereka.

Tim medis posko pengungsian, dr Rafika pada Selasa (4/4) menuturkan bahwa keluhan dari para pengungsi saat ini rata – rata adalah lelah, hipertensi dan sakit kepala, sementara sebagian anak – anak mengalami sakit batuk dan flu.

“Ini tensi darahnya tinggi karena kepikiran peristiwa kemarin, memikirkan keluarganya yang seperti ini dan lain-lain, kalau untuk anak memang batuk pilek, ini karena cuacanya juga yang kurang bersahabat,” ucapnya.

Dari puluhan pengungsi yang ada di posko pengungsian Longsor Ponorogo, ada salah seorang lansia yang harus dirujuk ke rumah sakit dikarenakan mengalami demam tinggi serta sesak nafas. Tetapi secara umum para korban longsor tetap dalam kondisi yang sehat.

pengungsi
Copyright©Twitter

“Jadi kalau ada yang sakit kami tangani dengan diberi obat-obatan, namun apabila dalam kurun waktu tiga hari tidak kunjung sembuh maka akan dirujuk ke puskesmas maupun rumah sakit,” ucapnya.

Rafika juga menuturkan bahwa beberapa keluhan yang disampaikan oleh para pengungsi korban longsor Ponorogo adalah hal yang wajar di setiap lokasi pengungsian. Keadaan itu lebih karena dampak psikologis para pengungsi yang mengalami trauma.

Pihaknya mengungkapkan bahwa di sisi lain penanganan media, pemulihan secara psikologis para pengungsi adalah tindakan yang sangat penting dilakukan. Sebab akan berpengaruh langsung pada kesehatan.

Sementara mengenai persediaan obat – obatan, ia mengaku masih mencukupi. Tetapi untuk jenis obat – obatan yang dibutuhkan masih kurang, tim medis harus melakukan pembagian dengan cermat sehingga dapat mencukupi.

Sedangkan, salah satu pengungsi yang bernama Damiyem menuturkan bahwa dirinya merasakan sakit kepala sebelah sejak kejadian tanah longsor tersebut, di sisi lain ia juga masih merasa trauma.

“Kalau mendengar pesawat atau gemuruh itu rasanya seperti terjadi longsor lagi,” ucapnya.

Sesuai dengan data yang ada di Posko Bencana BPBD Ponorogo, jumlah dari pengungsi korban longsor Ponorogo mencapai angka 178 orang. Pengungsi itu tersebar di sejumlah titik. Sementara untuk puluhan korban yang dinyatakan hilang sampai saat ini baru tiga korban yang suda ditemukan, sedangkan 25 sisang masih dalam pencarian.

BACA JUGA Berita Terkini: Tim UGM Ungkap Penyebab Utama Tragedi Longsor di Ponorogo!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY