Tuduh Aktivis dan Ulama Lakukan Makar, Polisi Sudah Kelewat Batas?

0
336
Makar
Copyrigth©liputan6

Tuduh Aktivis dan Ulama Lakukan Makar, Polisi Sudah Kelewat Batas?

Indowarta.com– Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago ini telah menilai bahwa pihak polisi sudah tidak konsisten lagi pada tugasnya. Hal ini karena sikap mengekang untuk berpendapat para aktivis maupun ulama yang hendak melakukan kritisi sikap Presiden RI yang nampaknya telah memihak kepada penista agama yakni Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa dengan nama Ahok.

Pangi kepada awak media pada hari Rabu 5 April 2017 ini telah mengatakan “Belakangan polisi sudah mulai melenceng dari tugasnya. Bentar bentar makar dan seterusnya. Berbahaya penangkapan tokoh makar dan tak terbukti seperti penangkapan tokoh Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, dan lainnya”.

Penangkapan beberapa aktivis dan juga ulama yang terbaru ini adalah Sekjen FUI yakni KH. Muhammad Al Khaththath yang dinilia bisa merusak citra polisi. Pangi mengatakan bahwa belakangn ini penangkapan ulama telah sering terjadi. Kini Polri sendiri sudah mulai melampui batas sikap dan juga perlakuannya terhadap para ulama yang akan bisa merusak citra polisi itu sendiri.

Pangi mengatakan “Saya mendukung Polri diingatkan kembali dan bekerja kembali ke khitah atau trayek awal, tabiat ganjil dan perlakuan aneh belakangan banyak dituduhkan ke ulama”. Sebelumnya telah dikabarkan bahwa Sekjen FUI yakni Al Khathathath ini telah ditangkap oleh Polda Metro Jaya di Hotel Kempinski pada hari Jumat 31 Maret 2017 yan glalu dini hari. Dirinya telah ditangkap dengan tuduhan pemufakatan makar.

Makar
Copyrigth©ilustrasi

Selain itu Pangi juga menyebutkan bahwa berani menuduh berbuat makar dan juga menangkap ulama maupun aktivis ini berarti polisi sudah bermain api. Pangi mengatakan “Kalau benar polri sudah mulai bermain api, hati- hati dan itu zona berbahaya bagi institusi polri karena bisa membakar trust Polri itu sendiri. Sangat disayangkan dan miris kalau benar terjadi kriminalisasi terhadap ulama,  ulama dikangkangi dan ditakuti pakai macam macam, ini jelas berbahaya”.

Pangi menyebutkan bahwa warga negara ini menyampaikan suaranya melalui demontrasi yang juga telah diatur di dalam UU.

baca juga :

Dari HTI, PBB Sampai ke FUI, Begini Sepak Terjang Sosok Al Khaththath Alias Gatot Saptono, Tersangka Pemufakatan Makar Aksi 313!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY