Muhammadiyah Menilai Rezim Jokowi Membungkam Aktivis dengan Tuduhan Makar!

0
628
Muhammadiyah
Copyright©tribunnews

Muhammadiyah Menilai Rezim Jokowi Membungkam Aktivis dengan Tuduhan Makar!

Indowarta.com– Rezim Joko Widodo telah dituduh telah memanfaatkan petugas penegak hukum untuk mengamankan kekuasaannya. Indikasi ini yang paling nyata adalah menggunaka petugas kepolilsian untuk melakukan penangkapan terhadap para aktivis dengan tuduhan makar.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah yakni Dahnil Anzar telah Simanjuntak telah mengatakan bahwa cara ini telah digunakan oleh rezim Joko Widodo untuk membungkam para aktivis yang kritis terhadap pemerintahannya. Atas dasar itu sebagai aktivis muda dirinya pun sangat menyayangkan sikap yang telah diperlihatkan oleh Joko Widodo.

Dahnil pada awak media hari Sabtu 1 April 2017 ini telah mengatakan “Ketidakadilan hukum dipertontonkan secara demonstratif oleh polisi”. Dirinya sangat beraharp agar masyarakat ini segera sadar mengenai sikap yang telah dijalankan oleh Joko Widodo. Dirinya merasa khawatir bahwa nanti tanpa adanya kesadaran masyarakat akan kondisi sepserti ini, tuduhan atas dugaan makar masih akan terus terjadi.

Muhammadiyah
Copyright©tribunnews

Dahnil mengatakan bahwa hukum telah digunakan untuk membungkam berbagai kelompok ataupun orang yang telah dianggap kritis terhadap kekuasaan. Pihak polisi telah menangkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) FORUM Umat Islam atau FUI yakni KH M Al Khaththath menjelang digelarnya aksi demontrasi umat Islam 313. Tidak hanya sendirian, dirinya juga telah ditangkap bersama dengan beberapa aktivis yang lainnya. Mereka ditangkap atas dugaan makar.

Sebelumnya pihak polisi sendiri juga sudah melakukan penangkapan terahdap beberapa aktivis dengan tuduhan yang sama juga. Beberapa diantaranya adalah Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, Rizal, Ratna Sarumpaet dan musisi Ahmad Dhani.

Selain itu alasan penangkapan dari Muhammad al-Khaththath‎ dan juga bebearpa aktivis yang lainnya ini dinilai diperbola ataupun berlebihan. Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil merasa tidak yakin dengan tuduhan yang telah diberikan oleh kepolisian itu terhadap Muhammad Al Khathath dan juga beberapa aktivis yang lainnya.

Dirinya meminta kepada Kapollri Jenderal Tito Karnavian untuk menertibkan para anggota kepolisian ataupun penyidik. Hal ini karena menurut dirinya tengah santer dikabarkan adanya dualisme di dalam kepemimpinan Polri pada saat ini.

baca juga :

Dari HTI, PBB Sampai ke FUI, Begini Sepak Terjang Sosok Al Khaththath Alias Gatot Saptono, Tersangka Pemufakatan Makar Aksi 313!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here