Berita Terkini: Freeport Sudah Lakukan PHK Karyawan Sejak Bulan Maret?

0
705
Freeport
Copyrigth©sindonews

Berita Terkini: Freeport Sudah Lakukan PHK Karyawan Sejak Bulan Maret?

Indowarta.com– Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perumahan Rakyat Mimika, Papua, Septinus Somilena telah mengatakan bahwa PT. Freeport Indonesia beserta dengan perusahaan privatisasi lain telah menghentikan pengurangan karyatan semenjak akhir Maret kemarin.

Septinus Somilena seperti ditulis Antara Timika pada hari Rabu 5 April 2017 ini telah mengatakan “Itu termasuk Freeport yang merumahkan karyawan maupun perusahaan privatisasi yang selama ini mem-PHK karyawannya, sejak 27 Maret sudah berhenti”.

Namun apakah pemberhentian ini akan bersifat sementara ataupun permanen hal ini masih belum bisa dipastikan. Selain itu Septinus juga menjelaskan bahwa masih belum ada kejelasan apakah karyawan yang sudah mendapatkan PHK atau dirumahkan ini akan dipanggil lagi untuk kembali berkerja oleh perusahaan yang bersangkutan ataupun tidak.

Namun dirinya memberikan saran kepada Freeport dan jgua perusahaan privatisasi itu untuk memperkerjakan kembali karyawan yang telah mengalami pengurangan seusai dengan penilaain dan juga pertimbangan internal perusahaan.

Freeport
Copyrigth©liputanislam

Berdasarkan data dari Disnakertrans PR Mimika, Freeport dan juga perusahaan privatisasi ini telah melakukan pengurangan tenaga kerja sebanyak 2.200 ribu karyawan semenjak tanggal 12 Februari hingga 27 Maret 2017 ini. Jumlah itu terdiri dari 200 karyawan Freeport yang telah dirumahkan dan juga sebanyak 2.00 karyawan privatisasti yang telah di PHK.

Selain itu dirinya juga telah mengatakanbahwa informasi yang terkait dengan karyawan yang sudah mencapai 3 ribu lebih ini tidak benar. Hal ini karena pada setiap pengurangan yang etalh dilakukan oleh Freeport dan juga perusahaan privatisasi ini selalu diinformasi kepada Disnakertrans PR Mimika.

Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK dan juga langkah merumahkan karyawan di perusahaan tersebut merupakan dampak dari terhentinay seluruh aktivitas produksi perusahaan tersebut semenjak bulan Februari yang lalu.

Disisi lain ancaman Freeport untuk membawa Indonesia ini ke Mahkamah Arbitrase Internasional ini tidak terealisasi. Hal ini dikarenakan Freeport tidak pernah membahas ancaman ini did alam perundingan Izin Usaha Pertambangan Khusus atau IUPK selama 120 hari semenjak tanggal 18 Februari 2017 yang lalu.

baca juga :

Berita Terkini: Freeport Jangan Kebanyakan Mengatur RI!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here