Berita Terkini: Badan Geologi Berikan Rekomendasi ini Untuk Longsor Ponorogo!

0
335
Longsor Ponorogo
Copyright©bisnis

Badan Geologi Berikan Rekomendasi ini Untuk Longsor Ponorogo!

Indowarta.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan rekomendasi terkait dengan bencana Longsor Ponorogo, Jawa Timur, yang terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, pada Sabtu pagi (1/4).

Dalam rekomendasi itu disebutkan bahwa masyarakat dan otoritas yang berwenang harus tetap waspada terhadap potensi longsor Ponorogo susulan. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat daerah tersebut berada di zona gerakan tanah tinggi.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syahrial, daerah tersebut sangat berpotensi terjadi gerakan tanah saat terjadi hujan dengan intensitas serta durasi yang cukup lama dan gerakan tanah dapat kembali aktif.

longsor ponorogo
Copyright©Twitter

Seperti keterangan tertulis yang diberikan oleh Ego Syahrial pada Rabu(5/4), “Secara geologi, lokasi bencana terletak pada perbukitan dengan lereng terjal dan tersusun dari batuan gunung api yang bersifat urai dan banyak retakan, serta menumpang pada batuan sendimen tersier yang dapat membentuk bidang gelincir”.

Berdasarjan peta zona gerakan tanah Badan geologi, daerah bencana tersebut terletak pada zona kerentanan tinggi. Maka dari itu, seiring dengan upaya evakuasi yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Ponorogo bersama dengan TNI, Polri, relawan serta warga sekitar, diimbau untuk membangun posko evakuasi dan bantuan di daerah yang aman.

Badan Geologi sendiri juga telah mengirimkan bantuan tanggap darurat. Nantinya mereka akan menggelar pemeriksaan, penelitian serta pemetaan sebagai salah satu cara untuk menghasilkan rekomendasi susulan penanganan usai bencana.

Tim tanggap darurat Badan Geologi tersebut terdiri dari lima orang yang akan dipimpin oleh Herry Purnomo. Longsor Ponorogo tersebut diduga lantaran hujan dengan intensitas cukup deras yang mengguyur daerah tersebut selama dua hari.

Material longsor ponorongo tersebut diketahui menimbun puluhan rumah warga serta 28 orang warga. Akan tetapi jumlah keseluruhan diperkirakan akan lebih dari yang telah didata. Bencana tanah longsor tersebut juga menewaskan hewan ternak milik warga.

Tim SAR juga mengerahkan alat berat guna mencari korban longsor Ponorogo, Jawa Timur.  Upaya pencarian para korban juga terus dilakukan.

Baca Juga Berita Terkini: Butuh Ternak, Pengungsi Korban Longsor Ponorogo Berharap dapat Bantuan Uang Tunai!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY