Berita Terkini: Hanura Akan Pasang Badan Usai Miryam S Haryani Ditetapkan Sebagai tersangka Kasus E KTP?

0
283
Miryam S Haryani
Copyrigth©detik

Berita Terkini: Hanura Akan Pasang Badan Usai Miryam S Haryani Ditetapkan Sebagai tersangka Kasus E KTP?

Indowarta.com – Partai Hanura menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan hukum kepada kadernya yakni Miryam S Haryani dalam kasus e – KTP. Politikus Hanura tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ya pasti kalau beliau memerlukan bantuan, sebagai kader semua pasti siap mendampingi,” ucap gade Pasek Suardika selaku Wakil Ketua Umum Hanura ketika berada di Gedung DPR, Jakarta pada Rabu (5/4).

Menurutnya tidak ada manusia yang tidak memiliki masalah, bukan karena masalahnya atau beratnya seperti apa namun bagaimana nantinya yang pihaknya lakukan.

Pasek pun juga merasa prihatin mengenai penetapan tersangka kepada Miryam S Haryani. Ia berharap agar Miryam dapat menghadapi masalah tersebut. Terkait sikap Hanura, ia menerangkan jika pihaknya mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

“Tersangka itu kan masih ada ruang-ruang praduga tidak bersalah, jadi biarlah proses peradilan nanti yang menentukan bagaimana kondisi sebenarnya,” ucap Pasek.

Pasek pun menjelaskan bahwa pihak dari Partai Hanura telah mempercayakan sepenuhnya kasus yang menyeret nama Miryam S Haryani tersebut kepada proses hukum. Ia mengingatkan agar proses hukum itu tidak dicampur adukan dengan peradilan opini.

“Seringkali membuat hukum sulit menemukan keadilannya, jadi lebih baik ikuti saja jalur-jalur yang sudah ada,” ucap Pasek.

Pihak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya telah menetapkan tersangka baru di kasus korupsi mega proyek e – KTP seusai Irman, Sugiharto dan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Tersangka baru tersebut adalah Miryam S Haryani.

Sidang Kasus E KTP
Copyrigth©sayangi

“‎Dalam pengembangan korupsi e-KTP, KPK menetapkan satu tersangka baru anggota DPR RI yakni MSH,” tutur Febri Diansyah selaku Juru Bicara dari KPK pada Rabu (5/4) di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Atas perbuatannya Miryam S Haryani dijerat dengan Pasal 22 jo Pasal 35 Undang – Undang No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang – Undang No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi yang terancam hukuman 3 – 12 tahun penjara.

“Tersangka MSH diduga dengan sengaja tidak memberikan keterangan ‎atau memberikan keterangan yang tidak benar di persidangan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto,” ungkap Febri.

BACA JUGA Berita Terkini: Ditetapkan Sebagai Tersangka, KPK Siap Buru Sosok Lebih Dalam Lagi Setelah Miryam S Haryani?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY