Muhammadiyah Umumkan Awal Puasa Bulan Ramadhan Tahun 2017 Sekaligus Hari Raya Idul Fitri!

0
1476
Bulan Ramadhan
Copyright©fokusislam

Muhammadiyah Umumkan Awal Puasa Bulan Ramadhan Tahun 2017 Sekaligus Hari Raya Idul Fitri!

Indowarta.com– Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini telah memberikan pengumuman awal puasa bulan Ramadhan, hari raya Idul Fitri 1 Syawal. Awal Zulhijah, hari Arafah dan juga Idul Fitri 1438 Hijriyah/2017 Masehi. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang diterima lewat maklumatnya di Jakarta pada hari Rabu kemarin ini telah mengatakan “Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan ini mengumumkan awal Bulan Ramadhan, Syawal dan Zulhijah 1438 Hijriah berdasarkan hasil ‘hisab hakiki wujudul hilal‘ yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah”.

Haedar mengatakan bahwa berdasarkan dari perhitungan astronomi ini telah ditetapkan awal puasa 1 Ramadahn tahun ini jatuh pada tanggal 27 Mei 2017. Lalu untuk hari raya Idul Fitri 1 Syawal ini bersamaan dengan hari Minggu 25 Juni 2017.

Lalu untuk 1 Zulhijah 1438 H ini akan jatuh pada hari Rabu 23 Agustus 2017 lalu hari Arafah 9 Zulhijah akan datang pada hari Kamis 31 Agustus 2017 dan Idul Adha 10 Zulhijah akan hadir pada hari jumat 1 September 2017.

Haedar mengatakan “Demikian maklumat ini disampaikan untuk dilaksanakan dan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah dalam menyambut bulan Ramadhan 1438 H. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita”.

Bulan Ramadhan
Copyright©datdut

Sebelumnya Abdul Muti yang menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini telah mengatakan bahwa pihaknya ini tetap akan menghadiri sidang Itsbat penetapan hari besar Islam yang akan diselenggarakan oleh Menteri Agama. Walaupun salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia ini telah menetapkan beberapa hari besar Islamnya, untuk kehadiran di sidang Itsbat ini masih diagendakan.

Muti mengatakan bahwa adanya beberapa syarat sehingga ada perwakilan dari Muhammadiyah di dalam sidang Itsbat yang akan digelar oleh pemerintah itu. Syarat yang pertama adalah proses sidang Itsbat ini tidak akan disiarkan langsung oleh media kecuali untuk hasil musyawarah.

Syarat yang selanjutnya adalah jika nantinya akan terjadi perbedaan pendapat, maka itu harus dimasukkan ke dalam pertimbangan pengambilan keputusan agar tidak ada pendapat kelompk tertentu yang diabaikan.

baca juga :

Muhammadiyah Menilai Rezim Jokowi Membungkam Aktivis dengan Tuduhan Makar!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY