Berbagai Fakta Menarik dibalik Jalannya Sidang Ke-6 Kasus E KTP!

0
612
kasus e ktp
Copyright©Tempo

Berbagai Fakta Menarik dibalik Jalannya Sidang Ke-6 Kasus E KTP!

Indowarta.comKasus E KTP pada Kamis (6/4) telah memasuki persidangan keenam. Setidaknya ada delapan orang saksi yang dihadirkan dalam persidangan tersebut. Mereka adalah mantan ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, mantan anggota Komisi II Markus Nasi, serta mantan sekretaris fraksi Golkar Ade Komarudin.

Selain itu masih ada lagi, yakni Direktur Utama PT Quadra Solution Anang S. Sudiharjo, Direktur PT Quadra Solution Achmad Fauzi, Dudy Susanto dari PT Softob Technology Indonesia (STI), serta mantan staf Kemendagri, Suciati.

Pemeriksaan terhadap para saksi tersebut dibedakan dalam tiga termin. Pada termin pertama jaksa menghadirkan Anas Urbaningrum dan Setya Novanto. Selanjutnya untuk termin kedua menghadirkan Markus dan Ade Komarudin. Dan untuk Anang, Fauzi, Dudy, dan Suciati dihadirkan dalam termin terakhir.

sidang kasus e ktp
Copyright©Kompas

Dalam persidangan kasus E KTP tersebut, rupanya ditemukan sejumlah fakta yang menarik sehingga menjadi sorotan. Berikut ini adalah hal-hal yang menarik dalam sidang keenam dalam kasus pegadaan KTP berbasis elektronik.

Pertama, bantahan yang diberikan oleh Setya Novanto. Mantan Ketua raksi Partai Golkar tersebut menyangkal dirinya terlibat dalam kasus E KTP. Ia mengaku tidak mengetahui apa pun terkait dengan pembagian uang kepada sejumlah anggota DPR.

Ia mengaku hanya mengetahui jika E KTP merupakan program nasional yang sangat brmanfaat bagi data kependudukan masyarakat. “Saya tidak pernah tahu,” terang Novanto kepada majelis hakim. Ia juga membantah telah menerima sejumlah uang dari proyek tersebut.

Kedua, Anas menganggap apa yang telah dituduhkan merupakan cerita fiksi dan fitnah. Disebutkan bahwa Anas menerima uang sebesar 500.000 dollar AS dari pengusaha Andi Narogong. Uang tersebut kemudian digunakan dalam kongres Partai Demokrat untuk pencalonan sebagai ketua umum partai.

Ia juga dituding menerima 11 persen dari anggaran proyek E KTP, kemudian kembali mendapatkan uang dari Andi sebesar 3 juta dollar AS dan pada berikutnya diberikan lagi uang sebesar Rp 20 miliar. Akan tetapi ia membantahnya. Ia menyebut itu merupakan karangan fitnah atau fiksi.

Ketiga, Golkar dan Demokrat dorong proyek E KTP. Novanto mengakui partai Glkar mendorong terlaksananya proyek E KTP tersebut. kemudian Anas juga mengaku mendapatkan arahan dari SBY untuk mendukung kebijakan pemerintah.

Keempat, Anas seret nama SBY. Anas beberapa kali menyeret nama SBY pada kesaksiannya tersebut. ia menyebut ada arahan dri SBY kepadanya untuk mendukung program pemerintah tersebut.

Kelima, Ade Komarudin khawatir kasus E KTP ini menyeret Novanto. Lantaran dapat berdampak negative terhadap Partai Golkar. Kekhawatiran tersebut muncul usai media ramai membicarakan kasus korupsi KTP elektronik tersebut. pasalnya ia menyebut dana E KTP juga mengalir ke Partai Golkar.

Keenam, adu keterangan Markus Nari dan dua terdakwa. Markrus Nari membantah menerima uang Rp 4miliar dari kasus ini. Namun menurut Irman dan Sugiharto, Markus pernah meminta uang saat mendatangi kantornya di kemendagri.

Baca Juga Berita Terkini: Hanura Akan Pasang Badan Usai Miryam S Haryani Ditetapkan Sebagai tersangka Kasus E KTP?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here