Berita Hari Ini : BPJS Ketenagakerjaan Kini Incar Penderes Nira Di Kulonprogo Yogyakarta !

0
2142
BPJS ketenagakerjaam

Berita Hari Ini : BPJS Ketenagakerjaan Kini Incar Penderes Nira Di Kulonprogo Yogyakarta !

indowarta.comBPJS ketenagakerjaan wilayah DIY telah membidik para penderes nira atau pengrajin gula merah di wilayah Kulonprogo, Yogayakarta. Pihak BPJS Ketenagakerjaan telah mempersiapkan ketentuan agar para penderes nira tersebut bisa bergabung dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Tingginya angka kecelakaan kerja yang dialami para penderes nira menjadi salah satu perhatian bagi pemerintah kabupaten Yogyakarta. Apalagi ada ribuan penderes yang mencari nafkah dalam insutri gula semut tersebut di kulonprogo.

Kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan DIY, Moch Triyono menyebutkan kalau ada sekitar 6.000 penderes di Kulonprogo ini. Keikutsertaan pada penderes nira tersebut dalama BPJS Ketenagakerjaan akan sangat menguntungkan mereka dan keluarga mereka. BPPJS Ketenagakerjaan bisa menjadi pelindung bagi mereka dan keluarga.

Namun dalam usaha merangkul para penderes nira ini, BPSJ Ketenagakerjaan ini menemui kendala. Kendalanya yang muncul adalah kebanyakan dari penderes nira ini sudah mencapai umur maksimal peserta BPJS Ketengakerjaan yaitu 56 tahun. Kini Triyono juga masih mencari solusinya agar mereka yang berumur 56 tahun keatas bisa masuk sebagai peserta BPJS  Ketenagakerjaan.

BPJS ketenagakerjaam

Terkait dengan kendala tersebut, pihak BPJS telah mendiskusikan langkah lebih lanjut dengan pihak Pemerintah maupun intern. Diharapkan para penderes nira tersebut bisa segera terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Penderes nira tersebut hanya perlu mengikuti dua program manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan. Dua program yang dimaksud adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK). Dengan iuran yang tergolong murah yaitu Rp 8.100, benefit yang akan didapatkan para penderes nira diantaranya JKK tanpa batas nilai klaim, JKK hingga Rp 24 juta plus Rp 12 juta untuk kepesertaan minimal 5 tahun.

Menurut Triyono di DIY  Yogyakarta ada ribuan pelaku UMKM yang masih belum tercover dalam BPJS Ketenagakerjaan. Dengan modal yang bisa dibilang terbatan, seharusnya kecelakaan kerja bisa diminimalisir. Jangan sampai pelaku UMKM bangkrut karena hal ini. Kalau terkena resiko kecelakaan, siapa nanti yang akan membayar?

baca juga :

Berita Hari Ini : Tak Jadi Dinaikkan, Presiden Jokowi Batalkan Kenaikan BPJS Kesehatan Kelas III !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here