Siapa yang bertanggung jawab Dibalik Serangan Kimia Di Suriah?

0
410
Copyright©REUTERS

Siapa yang bertanggung jawab Dibalik Serangan Kimia Di Suriah?

Indowarta.comSerangan kimia diduga telah diluncurkan beberapa lalu di Suriah Utara, tepatnya pada 4 April 2017. Menurut hasil autopsy yang teah dilakukan, Turki mengatakan bahwa para korban serangan tersebut menunjukkan senjata kimia memang digunakan dalam serangan tersebut.

Usai serangan udara yang terjadi di Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib yang dikuasai oleh pemberontak, sebagian korban luka-luka dilarikan ke Turki guna mendapatkan perawatan, tiga diantaranya kemudian meninggal dunia.

Hingga muncul sebuah pertanyaan, Lantas siapa yang bertanggung jawab di balik serangan kimia di Suriah tersebut? seperti yang telah diketahui serangan yang diduga menggunakan gas beracun tersebut mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia. Bahkan anak-anak tak berdosa pun tak luput terkena imbasnya.

Serangan Kimia
Copyright©bbc

Menurut keterangan yang diberikan oleh kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights, 20 anak-anak dan 52 orang dewasa dinyatakan tewas dalam serangan kimia tersebut. Menurut rekaman gambar usai peristiwa tersebut menunjukkan warga sipil, banyak diantara mereka adalah anak-anak yang mengalami sesak nafas dan mengeluarkan busa dari mulut.

Badan aman medis MSF maupun organisasi kesehatan dunia (WHO) mengalami gejala-gejala konsisten dengan paparan zat saraf. Menurut keterangan dari beberapa saksi mata,klinik-klinik yang merawat korban luka kemudian dijadikan sasaran serangan udara.

Menteri Kehakiman Bekir Bozdag mengatakan temuan Turki yang mengukuhkan bahwa senjata kimia memang digunakan dalam serangan tersebut. Bekir juga mengatakan pasukan militer Suriah di bawah pemerintahan Presiden Bashar al-Assad bertanggung jawab.

Namun sayangnya Bozdag tidak menyebutkan zat kimia apa yang digunakan dalam serangan kimia saat itu. Ia juga tidak memberikan bukti-bukti yang mungkin membuktikan bahwa versi kejadian yang diberikan oleh pemerintah Suriah dan Sekutunga, Rusia , salah.

Menurut Versi Suriah dan Rusia, sebagai sekutu yang membantu militer Suriah melawan kelompok-kelompok pemberontak menegaskan bahwa gas beracun dan mematikan tersebut keluar saat serangan udara mengenai gudang yang digunakan oleh kelompok pemberontak untuk membuat dan sekaligus menyimpan senjata kimia.

Namun menurut ahli senjata Kimia, Hamish de Bretton-Gordon mengatakan apa yang telah disampaikan oleh Rusia tergolong ‘khayalan’.

Baca Juga Berita Terkini: Rusia Tetap dukung Assad Meski Serangan Kimia di Suriah Tengah disorot Tajam Oleh PBB!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here