Berita Terkini: Usai Longsor Ponorogo, Banjir Mulai Mengintai Warga!

0
1325
Longsor Ponorogo
Copyright©detik

Berita Terkini: Usai Longsor Ponorogo, Banjir Mulai Mengintai Warga!

Indowarta.com – Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang menangani Longsor Ponorogo terus mengingatkan dan juga mengantisipasi adanya banjir bandang yang kemungkinan dapat terjadi bersamaan dengan hujan deras yang terjadi ketika proses pencarian berlangsung.

Sumani selaku Kepala BPBD Ponorogo  menuturkan bahwa keadaan menjadi memburuk sejak dua hari terakhir ini dikarenakan intensitas curah hujan tinggi yanf memicu adanya longsor kecil di sektor A. Hal tersebut juga sempat membuat panik tim relawan juga unsur SAR saat menyelamatkan diri.

Peluang bencana susulan Longsor Ponorogo tidak hanya longsor saja yang masih mungkin terjadi di sekitar lereng Gunung Gede yang dikabarkan ada temuan retakan memanjang kanan dan kiri dari titik longsor utama.

Tetapi Sumani menuturkan bahwa yang lebih membahayakan para penduduk dan juga tim relawan dari longsor Ponorogo saat ini adalah adanya ancaman banjir bandang. Karena hujan pada arah puncak sampai dengan pemukiman sudah membuat material lumpur dari longsoran sepajang 1,5 kilometer di arah pemukiman menjadi lembek dan terlalu banyak air.

Keadaan itu masih diperparah lagi oleh tiga sumber air yang berada di sekitar lokasi longsor yang tertimbun material tanah dan dapat membuat kemungkinan mencari celah untuk jalan keluar baru yang dapat memancing pergerakan tanah lanjutan.

Longsor di Ponorogo
Copyrigth©merdeka

“Yang terdampak jika banjir bandang sampai 200 perumahan. Jika tidak dibuka sektor D dan dibersihkan akan banyak korban,” ucap Sumani pada Kamis (6/4).

Guna mengantisipasi banjir bandang, pihak BPBD telah menetapkan zona baru di sektor D. Hal tersebut bertujuan untuk memperlancar aliran lumpur dan juga mengantisipasi adanya banjir bandang.

Ia juga menerangkan mengenai zona baru yang digunakan untuk membedah tumpukan timbunan tanah yang sempat terhambat di sektor C.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan bahwa terjadi retakan tanah di Desa Dayakan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo sampai menyebakan sebanyak 285 penduduk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Gus Ipul begitu ia akrab disapa menerangkan bahwa keadaan dari retakan di bukit memiliki lebar satu meter dengan kedalaman 300 meter. Sementara ketinggian bukit tersebut mencapai 300 meter.

Adanya retakan tersebut membuat 56 kepala keluarga dengan 285 jiwa harus mengungsi dengan alasan trauma dan juga takut karena Longsor Ponorogo.

BACA JUGA Berita Terkini: Sekolah Gembira Untuk Anak-anak Korban Longsor Ponorogo!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here