Sebelum Kena Siraman Air Keras, Novel Baswedan Sempat 3 Kali Ditabrak dan Berhasil Lolos?

0
495
Novel Baswedan
Copyright©liputan6

Sebelum Kena Siraman Air Keras, Novel Baswedan Sempat 3 Kali Ditabrak dan Berhasil Lolos?

Indowarta.com – Sebelum insiden penyiraman dengan air keras, Novel Baswedan rupanya sempat tiga kali ditabrak. Dua kali kena dan sekali salah orang. Novel mengaku tak percaya ketiga insiden tersebut menimpanya secara kebetulan belaka.

Dalam dua kali penabrakan yang tepat sasaran, Novel tersungkur dari sepeda motornya. Beruntung, penyidik utama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut hanya terluka. Insiden terakhir yang menimpa Novel ketika ia menangani kasus besar pada pertengahan tahun lalu.

Pagi itu, Novel Baswedan berangkat menuju ke kantor KPK di kawasan Kuningan, Jakarta. Kala itu Novel keluar dengan sepeda motor dari rumahnya di kawasan Kelapa Gading. Saat ia berada di jalan yang membelah kawasan pertokoan, tak jauh dari kediamannya, sebuah mobil Avanza menyeruduk Novel.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Polisi Tangkap 2 Orang Terduga Pelaku Penyiraman Novel Baswedan!

Novel langsung terpendal dari kendaraannnya hingga terguling-guling di jalan. Sedangkan pelaku langsung kabur saat mengetahui targetnya jatuh. Alhasil selama beberapa har Novel tertatih-tatih masuk ke kantor dengan kaki kanannya yang terluka akibat tertimpa sepeda motor.

Novel Baswedan
Copyright©Okezone

Kemudian, penabrak salah orang terjadi pada tahun 2011 lalu. saat itu ia tengah menangani kasus cek pelawat. Ia selamat lantaran penabrak salah mengidentifikasi target. Saat itu Dwi Samayo yang menjadi korban, ia juga merupakan penyidik KPK. Sekilah Dwi memang terlihat mirip dengan Novel.

Malam itu, Dwi menunggang sepedamotor, ia ditabrak oleh sebuah mobil tak jauh dari kantor KPK. Kaki Dwi mengalami retak. Novel Baswedan selamat karena pulang sepuluh menit sebelum Dwi melalui gerbang yang sama.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Kapolda Metro Jaya Sempat Marahi Novel Baswedan Lantaran Tak Mau Ada Pengawalan!

Teror rupanya tak hanya diterima oleh Novel. Sejumlah penyidik KPK juga pernah mengalami hal sama. Umumnya teror ini datang disaat para penegak hukum ini menangani kasus yang melibatkan sejumlah nama terkenal.

Menurut keterangan yang diberikan oleh juru bicara KPK Febri Diansyah , teror sudah menjadi resiko sebagai pegawai KPK. Meski begitu, tetap saja teror dan sejenisnya itu mengganggu pengusutan kasus. Setidaknya hal itu bakal membuat konsentrasi penyidik terpecah dan memperlambat pengungkapan perkara. Meski begitu tidak ada kasus terhenti karena teror.

Seperti yang telah diketahui, Novel Baswedan menjadi korban penyiraman air keras yang dialakukan oleh orang yang tidak dikenal. Ia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Baca Juga Berita Terkini: Mengkaji Aturan Peredaran Air Keras di Indonesia Usai Insiden Novel Baswedan!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY