Berita Terkini: Ada Longsor Susulan, Warga Ponorogo Diminta Mengalah dengan Alam!

0
894
Longsor Ponorogo
Copyright©tmpo

Ada Longsor Susulan, Warga Ponorogo Diminta Mengalah dengan Alam!

Indowarta.com Longsor Ponorogo pada Minggu (9/4) menjadi perhatian utama dari Tim Universitas Gadjah Mada (UGM). Apalagi longsor susulan tersebut menjadi penyebab terjadinya bencana banjir bandang di wilayah sekitar lokasi bencana.

Rektor UGM Dwikorita karnawati mengatakan bahw apotensi banjir bandang yang mengikuti bencana longsor ponorogo merupakan bencana yang sangat berbahaya. Mengingat banjir bandang tersebut mengandung endapan longsir berupa batuan dan pepohonan yang dapa menghancurkan permukiman warga.

Ia juga mengidentifikasi beberapa gejala terjadinya banjir bandang. Misalnya bertambahnya ketinggian air sungai, serta perubahan kondisi air yang lebih keruh dengan memuat endapan pasir dan kerikil. Skala kematian akibat tanah longsor yang diikuti banjir bandang ini bisa berlipat.

“Biasanya kalau sudah terjadi banyak longsor, selang beberapa saat kemudian disusul banjir bandang dan skala kematian bisa berlipat. Kami ingin menghindari kejadian banjir bandang ini,” tutur Rekor UGM dalam konferensi pers yang berlangsung pada Selasa (11/4).

longsor
Copyright©Liputan6

Menurutnya bandir bandang tidak harus menjadi kebiasaan karena bisa dicegah. Saat berada di mulut sungai kemudian melihat tiba-tiba air menjadi keruh, tidak lama kemudian muncul luapan yang dahsyat. Tanda-tanda itulah yang perlu diwaspadai.

Dwikorita yang memimpin Tim Mitigasi Bencana Longsor UGM yang terjadi di Desa Banaran, Ponogo, Jawa Timur, telah mengantongi sejumlah data dan fakta penyebab longsor tersebut. Tim yang ia pimpin tersebut terdiri dari beberapa bidang ilmu ini menganalisis dan mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan baik di lokasi maupun di wilayah Ponorogo.

Tak hanya menjelaskan penyebab longsor Ponorogo. Tm Mitigasi Bencana UGM juga menggalakkan kampanye mengalah dulu pada alam untuk menghindari bencana susulan tanah longsor di Ponorogo.

Menurut Dwikorita, warga harus mendapatkan edukasi mengenai bencana di lingkungan tempat tinggalnya, termasuk mengalah pada alam saat gejala muncul. Misalnya saat musim hujan warga di wilayah rawan longsor lebih baik menghindari tempat tinggalnya terlebih dahulu dan memilih daratan yang jauh dari lereng.

Mengingat lokasi longsor Ponorogo tersebut berupa lereng dengan kemiringan lebih dari 40 derajat. Titik longsor berada di zona patahan dan sudah memiliki potensi runtuh dan menunggu pemicunya. Hujan yang terus mengguyur tersebut merupakan salah satu pemicu dan butuh waktu untuk menimbulkan longsor.

Baca Juga Berita Terkini: Inilah Pemicu Longsor Susulan di Ponorogo Menurut Tim Tanggap Darurat PVMBG!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here