Berita Terkini: Berbagai Hal yang Bisa Picu Tanah Longsor Menurut Pemaparan UGM!

0
436
Tanah Longsor
Copyright©tmpo

Berita Terkini: Berbagai Hal yang Bisa Picu Tanah Longsor Menurut Pemaparan UGM!

Indowarta.com– Tim Mitigasi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini telah memaparkan beberapa pemicu Tanah Longsor Ponorog, Jawa Timur. Mereka telah mengungkapkan hal tersebut setelah melakukan pemantauan di lapangan dan juga telah menelilti di lapangan beberapa saat setelah Longsor Ponorogo ni tejradi .

Bagus Bestari yang merupakan anggota tim Mitigasi Bencana UGM ini telah menyebutkan bahwa kemiringan dari lereng di lokasi longsor Ponorogo ini pun memiliki struktur geologi yang berupa patahan punggungan bukit dan sungai. Hal itu menyebabkan daya tahan lereng mengikat partikel menjadi lemah.

Tidak hanya itu saja, soil atau batuan yang menjadi tanah hasil dari pelapukan batuan vulkanik kuarter seperti lava andesti dan breksi vulaknik ini pun sangatlah tebal. Dengan demikian maka lebih beresiko tinggi untuk bergerak ke bawa lereng. Ditambah lagi dengan aktivitas manusia yang mengolat tanaman musiman seperti jahe, singkong, jagung dan juga palawija.

Sementara itu Hatma Suryatmojo yang merupakan anggota tim mitgasi bencana dari Fakultas Kehutanan UGM ini telah menjelaskan bahwa terasering bagus untuk mencegah erosi. Namun hal ini menjadi bencana pada saat ada lokasi ang memiliki kerentanan yang tinggi.

Tanah Longsor
Copyright©okezone

Lokasi Tanah Longsor Ponorogo ini merupakan lokasi yang telah dikelolah oleh pihak perhutani, sehingga memilikii fungsi sebagai hutan yang seharusnya telah didominasi oleh tanaman keras. Yang menjadi permasalahan adalah kawasan tersebut juga digunakan sebagai pertanian intensif yang berakibat memicu Tanah Longsor karena telah merusak agregat tanah.

Hatma menyebutkan bahwa dengan rusakany agregat tanah tersebut telah mengakibatkan infitrasi ataupun masuknya air ke dalam tanah pada saat curah hujan ini menjadi tinggi. Hal ini telah menyebabkan tanah jenuh dengan air.

Ada beberapa solusi yakni berupa upaya koservasi daerah alliran sungai, mengendalikan kelola lahan, rehabilitasi lahan vegetatif perakaran dalam serabut dan juga tanaman ringan yang memililki kemampuan konsumsi ari di tanah cukup banyak. Tidak ketinggalan juga rekayasa teknis pembuatan saluran drainase menuju ke bawah lereng. Artinya adalah terasering diberi tambahan saluran pembuangan air ke bawah.

baca juga :

Berita Terkini: Para Istri Anggota Fraksi Partai Demokrat Berikan Bantuan Trauma Healing Untuk Korban Tanah Longsor Ponorogo!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here