Berita Terkini: Presiden Jokowi Diminta Bentuk Tim Gabungan Untuk Usut Serangan Novel Baswedan!

0
530
Novel Baswedan
Copyright©kompas

Berita Terkini: Presiden Jokowi Diminta Bentuk Tim Gabungan Untuk Usut Serangan Novel Baswedan!

Indowarta.com– Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK yakni Busyro Muqoddas ini telah mendesak presiden Joko Widodo untuk membentuk tim gabungan guna mengusut seragnan penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK  yakni Novel Baswedan. Pembentukan tim seperti ini seperti yang telah dilakukan oleh Presiden Indonesia yang ke enam yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang pada saat itu telah membentuk tim 8 ketika terjadi krminalisasi terhadap Novel yang pada saat itu menangani kasus dugaan korupsi simulator SIM di Korlantas Polri pada tahun 2012 yang lalu.

Busyro di Gedung KPK, Jakarta Selatan pada hari Selasa 11 April 2017 ini telah mengatakan “Ini sudah kasat mata, maka tidak ada cara lain, kecuali presiden, selaku panglima tertinggi TNI dan Polri perlu segera mementuk tim. Sama seperti SBY dulu bentuk tim 8, dengan SK presiden”.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Presiden Jokowi Buka BNI Inacraft 2017 di JCC Senayan!

Menurut Busyro, dengan tim gabungan ini tidak akan sulit untuk mengusut dan juga membekuk penyerang terhadap Novel Baswedan ini. Asalkan Presiden sebagai panglima tertinggi dari Polri dan juga TNI ini memiliki itikad baik untuk menuntaskan kasus ini.

Novel Baswedan
Copyright©klimg

Busyro menegaskan “Tidak sulit asal dilakukan bersama-sama unsur pemerintah dan masyarakat sipil. Asal Polri tak terbebani kewajibannya untuk ambil langkah konkret”. Busryo menilai bahwa serangan yang telah terjadi terhadap Novel Baswedan ini telah dilakukan di dalam kapasistasnya sebagai penyidik senior yang kini sedang menangani kasus besar.

Serangan kekerasan yang terjadi terhadap Novel Baswedan ini bukannya yang pertama kali terjadi. Setidaknya Novel sudah mengalami lima kali serangan. Oleh sebab itu ini merupakan waktu bagi Presiden Joko Widodo tidak lagi berbasa-basi dan juga tegas untuk mengusut tuntas kasus ini.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Jokowi Yakin Buruh Bisa Beli Rusunami dengan DP 1 Persen!

Busyro menyebutkan bahwa keterlibatan masyarakat sipil di dalam tim gabungan tersebut diperlukan karena KPK milik masyarakat. Serangan selama enam kali yang telah diterima oleh Novel Baswedan ini juga terdapat indikasi adanya unsur sistematis dan juga terencana untuk menyerang aparat penegak hukum.

baca juga :

Berita Terkini: Ini Alasan Utama Kenapa KPK Pindahkan Novel Baswedan ke Singapura!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY