Berita Terkini: Penolakan Warga Soal Penutupan Jalur Alternatif Puncak Oleh Jasa Marga!

0
540
jalur alternatif puncak
Copyright©Liputan6

Penolakan Warga Soal Penutupan Jalur Alternatif Puncak Oleh Jasa Marga!

Indowarta.com – Terkait dengan penutupan jalur alternatif puncak oleh PT Jasa Marga, warga Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor menolak penutupan tersebut. Warga beralasan bahwa penutupan jalan alternatif yang melali pintu rest area Ciawi dinilai menghambat aktivitas warga.

Seperti yang dilontarkan oleh Oce Rosadi, Kamis (13/4), “Kami keberatan kalau jalan ke luar tol di rest area ditutup, karena biasa digunakan warga menuju Cisarua maupun ke Kota Bogor.”

Pasalnya menurut Oce, jika melewti jalur utama warga harus memakan waktu cukup lama, lantaran jarak tempuh cukup jauh dan macet. Penutupan jalur alternatif puncak tersebut tidak ada koordinasi dan disosialisasikan terlebih dahulu.

jalur alternatif puncak
Copyright©Infonitas

Maka dari itu, warga menolak penutupan jalur alternative Gadog tersebut. mereka mengaku akan memperjuangkan agar kendaraan tetap bisa melewati jalan tersebut.

Sementara itu, perwakilan dari Jasa Marga, Bima mengatakan semua rest area harus memenuhi standar operasional (SOP). Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 15 Tahun 2005 Pasal 4, di rest area tidak boleh ada parkiran liar, pungutan liar dan akses jalan ke luar tol.

Maka dari itu, menurut Bima, mengacu pada peraturan tersebut penutupan jalan alternatif puncak tersebut tidak dapat ditawar lagi. Pihaknya mengaku hanya menjalankan aturan saja.

Mengingat pembangunan jalan sebagai pengganti jalur tersebut belum selesai. Pihak Jasa Marga  masih memperbolehkan kendaraan roda dua melintas. Untuk motor masih dapat melintas namun juga dibatasi. Hal itu juga telah disosialisasikan dengan warga dan telah dilakukan sebanyak tiga kali.

Bima juga mengatakan bahwa selama ini banyak kendaraan roda empat yang keluar dari Tol Jagorawi melalui Rest Area Ciawi untuk menuju Gadog. Kondisi tersebut terjadi apabila jalan raya Puncak-Bogor macet parah.

Akibatnya sebagian warga Pandansari dan sekitarnya memanfaatkan kemacetan tersebut. seperti Pak Ogah atau pemandu para pengemudi yang ingin melalui jalan alternatif menuju Gadog. Tak hanya itu, pada jalur alternatif puncak tersebut juga marak terjadi pungli.

Terutama saat libur panjang. Hampir setiap 500 meter terdapat sekelompok pemuda yang meminta uang kepada pengendara roda empat yang melintas.

Bahkan ada beberapa orang ang meminta uang secara paksa di jalur alternatif puncak tersebut. jika pengendara menolak untuk memberikan uang, mereka tak segan untuk menghalang laju kendaraan hingga merusaknya.

Baca Juga Berita Hari Ini : Peraturan Sistem Ganjil Genap Mulai Dicoba Hari Ini Pagi dan Sore, Ini Jalur Alternatif yang Bisa Dimanfaatkan !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here