Begini Reaksi Sumarsono Soal Bangunan Masjid Raya Jakarta di Daan Mogot yang Viral!

0
3678
Masjid Raya Jakarta
Copyright©Tribunnews

Begini Reaksi Sumarsono Soal Bangunan Masjid Raya Jakarta di Daan Mogot yang Viral!

Indowarta.com – Masjid Raya Jakarta yang terletak di Daan Mogot, Jakarta Barat belakangan ini viral di media sosial. Sejumlah pihak menuding desain dari masjid yang dibangun Pemerintah Provinsi DKI mirip salib.

Kehebohan masjid di Daan Mogot tersebut sampai ke telinga Plt Sumarsono. Menurutnya tudingan tersebut tidak berdasar, bahkan Sumarsono menilai anggapan berbentuk provokatif itu muncul saat Pilkada DKI 2017.

Desain Masjid Raya Jakarta, menurut Sumarsono sudah ada sejak masa Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Masjid yang memiliki nama KH Hasyim Asyari ini akan diresmikan pada hari Minggu 16 April 2017.

Sumarsono menganggap presepsi provokatif itu sudah biasa menjelang Pilkada, apapun bisa menjadi viral. Yang terpenting menurut Sumarsono adalah masjid tersebut digunakan untuk Shalat.

Lebih lanjut Sumarsono menjelaskan pembangunan Masjid Raya Jakarta di Daan Mogot sudah melalui proses pertimbangan lama yakni sejak zaman Pak Jokowi. Menurut Sumarsono seharusnya masyarakat menyambut gembira karena dibangun sebuah masjid dengan arsitek modern.

Sumarsono mengatakan bahwa keberadaan masjid harus disambut gembira. Karena semakin banyak masjid semakin baik, semakin banyak yang dibanggakan. Menurutnya itu adalah prinsip.

Masjid Raya Jakarta
Copyright©Tribunnews

Hebohnya mengenai desain Masjid Raya Jakarta yang disebut mirip salib juga sampai membuat paslon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat berkunjung ke Kantor PBNU di Jakarta.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj pada kesempatan itu mendoakan  Ahok-Djarot sehat selalu. Pertemuan itu kemudian membahas mengenai pendirian Masjid Raya Jakarta.

Said Aqil juga berkomentar tentang Pilkada DKI Jakarta. Dia berharap warga DKI mendapat pemimpin yang di rihoi Allah dan pro dengan rakyat. Siapapun yang terpilih, dia berharap akan memperhatikan guru madrasah.

Selain itu Kiai Said mengkritik orang-orang yang beribadah untuk tujuan politik. Mengkritik mereka yang menggunakan khutbah untuk memprovokasi umat.

Kiai Said menegaskan NU tidak bisa mendukung karena bukan partai politik. Tapi jikalau mendoakan iya.

Baca Juga:

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY