Begini Kronologi Pesawat Garuda dan Sriwijaya Air yang Nyaris Tabrakan!

0
724
Pesawat Tabrakan
Copyright©garuda-indonesia

Begini Kronologi Pesawat Garuda dan Sriwijaya Air yang Nyaris Tabrakan!

indowarta.com– Dierktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yakni Agus Susanto ini telah memberkan perintah kepada semua personel penerbagnan untuk selalu menaati prosedur standar operasi atau SOP dan juga untuk meningkatkan lagi kewaspadaan untuk menghindari runway incursion.

Perintah ini telah diberikan khususnya untuk personel penerbangan yang berada di sisi udara bandara seperti personel pemandu lalu lintas (navigasi) penerbangan dan juga pilot. Agus pada hari Rabu 12 April 2017 ini telah mengatakan “Petugas navigasi dan pilot harus selalu waspada dan menaati SOP pendaratan (landing) dan penerbangan (take off). Keduanya harus selalu bekerja sama dengan baik untuk keselamatan penerbangan”.

Agus menuturkan bahwa petugas navigasi penerbangan dan juga pilot ini jangan hanya mendalkan teknologi saja. Untuk bisa mendapatkan kondisi yang sebenarnya, mereka harus menggabungkan antara pengamatan dan juga pandanga mata (visual).

Pesawat Tabrakan
Copyright©tiket2

Perintah Dirjen Perhubungan yang Udara ini terkait dengan peristiwa runway incursion yang telah terjadi di Bandara Soekarno Hatta pada hari Selasa 11 April 2017 kurang lebih pada pukul 09.57 WIB.

Insiden Runway incursion ini pun telah terjadi antara pesawat Boeing B777 dengan no registrasi PK-GIK nomor penerbangan GIA981 Garuda Indonesia dengan pesawat Boeing B737-800 NG dengan no registrasi PK-CMR nomor penerbangan Sriwijaya Air.

Agus menuturkan “Saya harapkan peristiwa ini menjadi peristiwa yang terakhir dan jangan sampai terjadi lagi di seluruh bandara di Indonesia. Keselamatan dan keamanan penerbangan adalah hal yang utama. Dan saya memohon maaf pada penumpang atas ketidaknyamanan yang dialami”.

Kabag Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Agoes Soebagio telah mengatakan bahwa terkait dengan insiden runway incursion tersebut, Airnav Indonesia ini telah melakukan corrective action yakni dengan membebas tugaskan sementara personel on duty (supervisor dan controller) untuk kelancaran proses investigasi yang lebih lanjut lagi. Diharapkan dengan kejadian ini pada nantinya semua personel akan berkerja dengan lebih teliti lagi agar tidak terjadi kesalahan ini.

baca juga :

Berita Terkini: Pelajar SD Bengkayang Minta Tas, Apa yang Dikirimkan Oleh Presiden Jokowi?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY