Berita Terkini: Mengapa FPI Ditolak Saat di Semarang?

0
855
Copyright©Liputan6

Mengapa FPI Ditolak Saat di Semarang?

Indowarta.com – Berniat ingin memperluas pengaruhnya, Front Pembela Islam (FPI) bencana membentuk kepengerusan di Kota Semarang. Jawa Tengah dikenal sebagai kota yang paling toleran dan menghormati keberagaman itu dipilih lantaran dinilai sudah terlambat memiliki kepengurusan sendiri.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Advokasi Hukum Front Pembela Islam Jawa Tengah, Zaenal Abidin. Pembentukan itu diklaim merupakan keputusan dari pusat yang menilai organisasi mereka harus ada di semarang.

Namun nyatanya rencana pendirian FPI di Kota Semarang tersebut tak semulus yang mereka perkirakan. Pasalnya puluhan dari organisasi massa yang ada di Semarang menentang kehadiran mereka. Bahkan kumpulan ormas tersebut juga menggalang dukungan dari masyarakat yang menginginkan Semarang tetap adem dan menghormati toleransi serta keberagaman.

Puncak gerakan menolak Front Pembela Islam itu terjadi pada Kamis (13/4). Massa yang trdiri dari puluhan ormas tersebut mengepung kediaman Zainal Abidin Petir di Jalan Pergiwati I No. 19, Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara.

FPI
Copyright©detik

Ratusan aparat kepolisian yang dipimpin oleh kapolretabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji berusaha mencegah terjadinya bentrokan. Perwakilan dari Laskar Merah Putih, Ferry Marhaen mengatakan FPI harus ditolak hadir di Semarang lantaran berasarkan dari rekam jejaknya, ormas Islam ini dinilai seringkali menebar kebencian dan sering bertindak intoleran.

Padahal menurut Ferry, Semarang dapatmaju itu karena ditopang oleh beragam omponen suku, agama, etnis, maupun budaya. Iwan Cahyono dari Patriot Garda NKRI mengatakan Semarang tidak membutuhkan FPI. Yang dibutuhkan adalah sosok kreatif yang bisa bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat untuk membangun Kota Semarang.

Mendapat banyak penolakan akhirnya diadakan dialog antara zainal dan perwakilan massa. Hingga akhirnya acara pembentukan DPW FPI Semarang yang sudah dihadiri oleh ratusan orang harus dibatalkan.

Abiyoso mengatakan pihaknya tidak berpihak kepada siapapun. Pihaknya hanya berpihak pada keamanan serta kenyamanan bersama, maka acara tersebut resmi dibubarkan. Penolakan ini sebenarnya sudah terdengar sejak lama.

Abiyoso mengatakan Semarang harus tetap aman. Usai resmi dibubarkan, tokoh-tokoh ormas yang menamakan diri pembela Islam ini dievakuasi dengan Barakuda polisi. Mobil tersebut meninggalkan kediaman Zainal dengan pengawalan ketat.

Atas pembubaran itu, Zainal mangatakan bisa menerima keputusan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan di rumahnya sebenarnya hanya diskusi dan pengajian saja, kendati begitu, ia akan mengevaluasi tentang pembubaran itu.

Baca Juga Berita Terkini: FPI Bantah Aksi 411 dan 212 Menggunakan Hasil Penggelapan Dana !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY