Berita Terkini: Sedang Jalani Perawatan di Singapura, Novel Baswedan Tak Boleh Dijenguk!

0
1200
Novel Baswedan Disiram Air Keras
Copyright©OkeZone

Sedang Jalani Perawatan di Singapura, Novel Baswedan Tak Boleh Dijenguk!

Indowarta.com – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani perawatan di sebuah klinik mata di Singapura sejak Rabu 12 April 2017 lalu. Untuk sementara waktu ini Novel tidak boleh dijenguk demi penyembuhan matanya yang terkena siraman air keras.

Saat dihubungi melalui telepon Saudaranya Novel Baswedan mengatakan, “Dokter meminta saya lebih banyak terpejam, jadi otomatis memang tidak boleh banyak yang menjenguk.”

Bahkan saat wawancara tersebut, suara Novel terdengar sangau, meski dalam kondisi tidak sehat penyidik senior KPK tersebut tetap berusaha untuk bercanda. “ Singapura kok selalu berkabut ya,” ujarnya sambil diikuti dengan suara tawa. “Oh, mata sayan yang bermasalah,” tambahnya.

WAJIB BACA :  KPK Kembali Periksa Wali Kota Tegal!
Novel Baswedan
Copyright©Viva

Saat ditanya mengenai pengelihatannya, ia meminta didoakan agar segera membaik. “Doakan saya agar segera bisa membaik,” ucapnya. Selama menjalani perawatan di Singapura ini, petugas KPK secara bergantian menjaga Novel Baswedan.

Seperti yang telah diketahui, Selasa (11/4) lalu Novel diserang oleh dua orang yang tidak dikenal usai menunaikan Shalat Subuh di masjid dekat dengan rumahnya. Kedua pelaku tersebut menyiramkan cairan yang diketahui adalah air keras kea rah novel.

Akibat siraman tersebut mata Novel terluka. Sebelum berobat ke Singapura, ia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Jakarta Eye Center, Menteng Jakarta Pusat.

Diduga lingkungan kediaman Novel telah diintai sejak lama. Tetangga Novel, Lomri, mengatakan dua orang asing pernah duduk-duduk dengan tujuan tidak jelas di kursi beton. Kursi tersebut berjarak seitar 30 meter dari kediaman Novel.

WAJIB BACA :  KPK Kembali Periksa Wali Kota Tegal!

Bahkan Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Muhammad Iriawan mengatakan pihaknya telah mengantongi foto dari pengintai tersebut. foto tersebut diperoleh dari Novel Baswedan sendiri yang mengambil tindakan preventif lantaran curiga diintai sejak dua pekan lalu. pihak kepolisian juga telah memeriksa setidaknya 16 saksi dalam kasus teror trsebut.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan tim khusus juga telah mengantongi rekaman kamera pengawas yang terpasang di rumah Novel. Meski tak merekam penyerangan yang terjadi 15 meter dari rumah itu, polisi akan merunut rekaman hingga beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga Berita Terkini: Presiden Jokowi Diminta Bentuk Tim Gabungan Untuk Usut Serangan Novel Baswedan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here