Berita Terkini: Turki Tinggalkan Parlementer, Erdogan menangkan Referendum!

0
392
Erdogan
Copyright©detik

Turki Tinggalkan Parlementer, Erdogan menangkan Referendum!

Indowarta.com – Kali ini Turki akan menggelar refendum guna memberikan pilihan kepada rakyatnya terkait dengan sistem pemerintahan yang akan dianut. Terihat jika hasil refendum menunjukan jika antara suara yang menayatakan ‘Ya’ dan tidak hampir sama kuat.

Terlihat dalam acara refendum di Turki ini menunjukan jika 51,4 persen menyatakan ‘Ya’ dan 48,6 persen suara menyatakan ‘Tidak’. Hasil tersebut berarti meunjkan jika Presiden Turki, Recep Tayyip Erdigan akan mendapatkan kekuasaan lebih.

Hal tersebut karena banyak dari warga negara tersebut yang nenyetujui jika pemerintahan menganut sistem Presidensial. Maka dari itu peryataan ‘Ya’ berarti menyetujui draf amandemen konstitusi yang mengubah pemerintahan menjadi Presidensial dari pemerintahan parlementer sebelumnya.

Erdogan
Copyright©detik

Mengenai peruabahan sistem pemerintahan ini juga dikatakan oleh Erdogan pada Senin, 17 April 2017. Presiden ini mengatakan ‘ Bersama dengan rakyat kita telah menyadari jika reformasi merupakan hal yang paling penting dalam sejarah kami’.

Maka dari itu Turki kedepannya akan menganut sistem Presidensial bawah kepemimpinan Presiden Erdogan. Dengan sistem ini diyakaini akan membuat Edorgan lebih berkuasa sjak pendiri Turki yakni Mustafa Kemal Ataturk dan penggantinya Ismet Inonu.

Perubahan ini juga akan memiliki implikasi yang luas kepada negaraini karena sudah begabung dengan NATO sejak tahun 1952 silam. Sedangkan draf amandemen konstitusi sendiri menyebutkan jika pemilihan Presiden  dan Parlemen selanjutnya akan berlangsung pada tahun 2019 mendatang.

Presiden yang terpilih nantinya akan menjanat sebagi pemimpin negara tersebut dengan durasi waktu yakni lima tahun dan maksimal dua masa jabatan. Namun dengan keputusan mengubah sistem menjadi Presiden sial pastinya akan membuat Edorgan lebih berkuasa.

Edorgan berpotensi akan memimpin negara Turki dalam kurun waktu yang lebih lama hingga tahun 2029 mendatang. Nampak Edorgan dengan sistem yang baru ini akan lebih berwenang menunjuk menteri-menteri, mengeluarkan dendrit, mengangkat hakim senior dan membubarkan parlemen.

Sementara itu terkait dengan rendum yang dilakukan negara Turki ini juga dijelaskan oleh Kepala Badan Pemilihan Umum Turki, Sadi Guven. Dia mengatakan jika perhitungan sendiri didasarkan peda 99,5 persen kotak suara dengan jumlah 85 persen pemilih. Namun dengan hasil ini sendiri ada yang setuju dan juga ada yang melakukan protes.

baca juga Berita Terkini: Kini Giliran Tim Ahok dan Djarot yang Laporkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Soal Dugaan Politik Uang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here