Berita Terkini: Sudah Sepekan, 5 Korban Longsor di Nganjuk Belum Juga Ditemukan!

0
316
longsor Nganjuk
Copyright©Rakyat Independen

Sudah Sepekan, 5 Korban Longsor di Nganjuk Belum Juga Ditemukan!

Indowarta.com – Sudah sepekan sejak terjadinya Longsor Nganjuk yang terjai di tebing Dusun Dolopo, Desa kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk pada 9 April 2017 lalu tim SAR belum juga menemukan satu pun dari lima korban yang tertimbun material longsor.

Hal itu lantaran mengingat beratnya medan pencarian dengan metode penggalian manual yang menjadi kendala teknis dari tim evakuasi. Selain itu lokasi longsor Nganjuk yang terletak di dasar tebing curang juga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan masuknya ekskavator.

Hingga akhirnya petugas terpaksa harus membuka jalan dengan menebang pohon agar dapat dilalui oleh empat unit alat berat. Tim evakuasi sendiri selama ini dipimpin oleh Komandan Kodim 0810 Nganjuk Letnan Kolonel Arhanud (Arh) Sri Rusyono.

longsor Nganjuk
Copyright©SINDOnews

Mereka melakukan penggalian dengan cara menyemprotkan air ke gundukan material longsor Nganjuk. Sedangkan 475 personel SAR turut membantu menggali menggunakan sekop dan peralatan manual lainnya. Peralatan yang dipergunakan hanya tiga unit pompa air dan empat gergaji mesin.

Selanjutnya tim pencarian akan dibagi menjadi tujuh kelompok. Lima kelompok mendampingi alat berat guna mengeruk tanah, satu kelompok mambuka aliran air di ujung material dan satu kelompok lain melakukan pengamatan keamanan.

Pihak keluarga korban longsor Nganjuk sendiri paham soal sulitnya pencarian tersebut. Minggu, 16 April 2017, digelar rapat koordinasi, hasil dari rapat tersebut yakni mereka sepakat akan memperpanjang proses evakuasi pencarian selama dua hari atau hingga 19 April mendatang.

Selain pencarian korban, Pemkab Nganjuk juga berkonsentrasi pada pemenuhan kebutuhan air bersih untuk 450 keluarga. Pasalnya longsoran tersebut merusak saluran air bersih yang mengairi kawasan tersebut.

Setidaknya ada enam unit tangki air bersih yang dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Truk-truk tangki tersebut dikirim oleh Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Nganjuk, Trenggalek, Situbondo, Bojonegoro, provinsi Jawa Timur, dan satu unit milik PDAM Kabupaten Nganjuk.

Administrator kawasan pemangkuan hutan (KPH) Perhutani Kediri Maman Rosmantika mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola lahan di kawasan miring guna mencegah potensi terjadinya tanah longsor.

Baca Juga Berita Terkini: Butuh Ternak, Pengungsi Korban Longsor Ponorogo Berharap dapat Bantuan Uang Tunai!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY