Berita Terkini: Kisah Petapa Mbah Fanani yang Cari Ketenangan Hingga Dipindah Abah Rojab ke Indramayu!

    0
    1883
    Mbah Fanani
    Copyright©detik

    Kisah Petapa Mbah Fanani yang Cari Ketenangan Hingga Dipindah Abah Rojab ke Indramayu!

    Indowararta.com – Kisah petapa yang telah bertapa do pinggir jalan Dieng, Wonosobo, Mbah Fanani itu sempat membuat geger warga. Pasalnya ia hilang dari tempat pertapaannya tersebut setelah dijemput secara paksa oleh belasan orang pada Rabu (12/4) lalu.

    Rupanya pertapa tersebut kini berada di Indramayu. Ia dipindahkan oleh sekelompok orang dari Dieng lantaran diminta oleh Abah Rojab. Warga Dieng berharap petapa tersebut saat ini dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

    Azun Mauzun, yang ikut penjemputan si Mbah mengatakan bahwa Abah Rojab sudah saling berkomunikasi lewat batin dengan Mbah Fanani. Tujuh bulan lalu Mbah Rojabmenghubungi Azun untuk memindahkan si Mbah tersebut dari Dieng ke Indramayu.

    Azun tidak tahu secara pasti apa alsan dipindahkan si Mbah tersebut ke indramayu. Saat penjemputan itu ia mengaku tidak ada paksaan. Abah Rojab adalah orang sepuh asal Indramayu, sebelum di Indramayu ia menetap di Dieng, dan setelah itu pindah ke Indramayu selam 20 tahun. Dari segi usia, Mbah Fanani lebih tua, yakni brusia 100 tahun. Sedangkan Abah rojab berusia 89 tahun.

    Mbah Fanani
    Copyright©KabarMakkah

    Kabarnya sejumlah warga Dieng mengaku tidak tahu secara pasti asal usul Mbah Fanani. Namun menurut kabar yang beredar, ia berasal dari Cirebon, dan tidak diketahui secara pasti apa yang membuat ia memilih untuk bertapa di Dieng.

    Seorang warga bernama Slamet mengatakan, kemungkinan petapa tua itu kini tengah menjalani tapa ramai. Namun ia juga mengaku tidaktahu mengapa daerah Dieng yang menjadi tempat pertapaan. Dulu si mbah itu bertapa di gua di kawasan Dieng.

    Namun kemudian ia berjalan merangkak dia pindah di depan rumah penduduk bernama Sugiyono di pinggir jalan Dieng yang menghubungkan antara Wonosobo dan Banjarnegara. Sugiyono juga tidak tahu kenapa si Mbah tersebutmemilih bertapa didepan rumahnya.

    17 tahun lalu persis saat putranya lahir, Mbah Fanani tahu-tahu membawa plasik dan berdiam si depan rumahnya. Ono dan keluarga tak mengusirnya, mereka justru memberikan makanan. Si Mbah tersebut juga maunya makan dari makanan yang berasal dari rumah Ono, ia tidak mau jika diberi orang lain.

    Petapa tua tersebut tinggal di tenda biru di pinggir jalan Dieng. Salah satu sumber mengatakan, tatapan mata si Mbah tajam, kulit putih, dan rambut berwarna hitam bergelung. Tidak ada kata-kata yang diucapkannya, ia hanya menggeleng atau mengangguk saja.

    Konon kabarnya saat awal datang ke Dieng si Mbah masih suka berbicara. ia kerap marah lantaran banyak orang datang ke dia dan meminta nomor t0gel. Kemudian juga si mbah pernah mengatakan akan selesai bertapa di dieng bila ada kapal datang menjemputnya.

    Baca Juga Kalahkan London dan Roma, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik di Dunia!

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY