Berita Terkini: Kasus Ahok Adalah Bentuk Kriminalisasi Politik?

0
476
Ahok
Copyright©megapolitan

Berita Terkini: Kasus Ahok Adalah Bentuk Kriminalisasi Politik?

Indowarta.com– Lembaga Bantuan Hukum Jakarta ini telah menilai bahwa penodaan agama yang kini telah menjerat calon gubernur DKI jakarta yakni Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa dengan nama Ahok ini merupakan salah satu alat kriminalisasi dalam konteks Pilkada DKI Jakarta. Direktur LBH AI yakni Ghiffari Aqsa ini telah mengatakan bahwa Ahok kini telah menjadi korban dari penggunaan pasal 156a di masa Pilkada yang seharusnya berlangsung demoktratis.

Menurut dirinya, negara yang di dalam hal ini adalah Pemerintah RI dan juga DPR RI ini masih belum mentaati rekomendasi dari putusan MK dalam Uji materi atau judicial review UU Nomor 1/PNPS/Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama (PNPS 65) yang menjadi dasar lahirnya Pasal 156a tentang penodaan agama di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Al Ghifarri melalui keterangan tertulisnya pada hari Minggu 16 April 2017 ini telah mengatakan “Majelis Hakim MK pada putusannya mengamini bahwa terdapat permasalahan dalam UU tersebut dan perlunya revisi terhadap UU Penodaan Agama”.

Ahok Djarot
Copyrigth©Gozzip

Al Ghifarri menjelaskan bahwa pernyataan yang telah dilontarkan oleh Ahok di Pulau Pramukka pada bulan September 2016 itu sama sekali tidak masuk ke dalam tarfsir agama. Justru Ahok telah memberikan kritik terhadap subyek hukum atau orang dan juga para pihak kyang telah menggunakan ayat suci Al Quran untuk menipu publik dalam kegiatan berpolitik mereka.

Al Ghiffari mengatakan “Pernyataan Ahok tersebut pun tidak memenuhi itikad buruk yang disyaratkan harus dibuktikan dalam pemenuhan unsur-unsur Pasal 156a KUHP”. Pasal 28E Konstitusi, UU No. 9 Tahun 1998 mengenai kebebasan berpendapat dan berekspresi dan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pun telah melindungi pernyataan yang sudah dilontarkan oleh Ahok tersebut.

Menurut Al Ghiffari, yang telah memunculkan gerakan massa 411, 212 dan juga 313 ini adalah pihak ketiga yang telah memaknai pernyataan dari Ahok tanpa mendengar, menyaksikan dan juga mengetahui serta mengalami secara langsung.

baca juga :

Berita Terkini: Ini yang Dilakukan Ahok Ketika Aktif Kembali di Pemrov DKI!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY