Berita Terkini: Kenapa DPR Batal Ajukan Nota Keberatan Soal Pencekalan Setya Novanto?

0
833

Berita Terkini: Kenapa DPR Batal Ajukan Nota Keberatan Soal Pencekalan Setya Novanto?

Indowarta.com– Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat yakni Bambang Soesatyo ini telah mengatakan bahwa pimpinan Dewan kini telah batal untuk mengirimkan nota keberatan mengenai pecegahan Ketua DPR RI yakni Seyta Novanto kepada Presiden Joko Widodo. Bambang pada saat di DPR pada hari Senin 17 April 2017 ini mengatakan “Saya dengar informasinya pimpinan mengurungkan untuk mengirim ke Presiden”.

Namun Bambang sendiri tidak memberikan rincian mengenai informasi tersebut. Namun dirinya memberikan saran agar masalah nota keberatan pencegahan ini tidak akan menadi domain pimpinan DPR. Menurut Bambang, seharusnya hl ini akan menjadi ranah Komisi Hukum karena Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan mitra kerjanya.

WAJIB BACA :  Pihak Dokter Beri Lampu Hijau Untuk KPK Periksa Novanto!
Setya Novanto
Copyright©tstatic

Menurut Bambang, karena merupakan mitra kerja, Komisi Hukum ini akan bisa bertanya kepada Pimpinan KPK mengenai apa alasannya dari landasan komisi antirasuah mencegah Setya Novanto walaupun pada nantinya pihak dari KPK akan menjawab bahwa pencegahan ini adalah subjektifitas penyidik. Bambang menjelaskan “Tapi perlu kita sampaikan ada beberapa ketentuan undang-undang bahwa saksi itu tidak perlu dicekal, tapi juga ada undang-undang KPK yang berlaku bahwa saksi bisa dicekal”.

Semenjak hari Selasa lalu hingga enam bulan kedepan ini pihak KPK telah mencegah Setya Novanto. Komisi antirasuah ini telah menilail bahwa pencegahan tersebut dilakukan untuk memperlancar pemeriksaan. Di dalam penyidikan dengan tersangka kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau  E KTP yakni Andi Narogong, penyidik ini membutuhakn keterangan dari Setya Novanto.

Andi Narogong merupakan pengusaha yang telah menjadi tersangka ketiga di dalam kasus E KTP. Dirinya telah diduga mengatur tender dan juga penganggaran proyek E KTP sehingga negara telah menanggung kerugian hingga Rp 2,3 triliun. KPK sendiri juga telah menelusuri hubungan Andi dengan Setya Novanto.

Keputusan yang telah dibuat oleh KPK tersebut pun telah memantik reaksi keras dari para anggota Dewan di Senayan. Mereka pun menggelar rapat Badan Musyawarah bersama dengan seluruh pimpinan fraksi.

baca juga :

Berita Terkini: Selain Setya Novanto, KPK Cekal 2 Orang Ini Ke Luar Negeri terkait Kasus E KTP!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here