Berita Terkini: Imam Masjid Besar Istiqlal Komentari Soal Tamasya Al Maidah!

0
731
Tamasya Al Maidah
Copyright©terasbintang

Imam Masjid Besar Istiqlal Komentari Soal Tamasya Al Maidah!

Indowarta.com – Kali ini Imam Masjid besar Istiqal angkat bicara terkait dengan Tamasya Al Maidah. Nasaruddin Umar selaku Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta mengaku tidak banyak mengetahui aksi tersebut yang direncanakan akan memantau pencoblosan Pilkada DKI putaran kedua.

Nasaruddin sendiri mengatakan jika pihaknya tak pernah dimintai pendapat terkait dengan Tamasya Al Maidah. Hal ini disampaikannya saat berada di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa, 18 April 2017.

Tamasya Al Maidah
Copyright©detik

Dia menungkapkan jika dirinya sebelumnya tidak tahu dan baru mengerti aksi tersebut kemarin. Nasaruddin mengaku jika pihaknya hingga kini belum tahu terkait dengan maksud dilakukannya aksi tersebut.

‘Saya baru tahu mengenai Tamasya Al Maidah itu dari media kemarin. Saya sendiri juga tidak tahu apakah kegiatan itu secara spontan dilakukan atau sudah direncankan sebelumnya. Untuk aksi 212 dan 313 kan ada rapatnya dan saya mencoba selalu mengikutinya’ ujar Nasaruddin Umar.

Pihaknya mengaku jika tak mengerti jika Tamasya Al Maidah ini nanti akan dilakukan untuk mengawasi pemungutan suara yang berada di TPS-TPS. Mereka pelaku aksi tersebut akan melakukan aksinya pada hari H pencoblosan yakni Rabu, 19 April 2017.

Nasaruddin mengatakan jika dirinya tidak mengetahui siapa dalang dibalik rencana aksi ini karena tidak mengikuti sejak awal. Dia mengatakan jika ini tidak seperti biasanya yang selalu meminta pendapatnya saat melakukan aksi semacam ini.

Sementara itu menurutnya jika situasi yang kondusif yang sudah mulai terjalin kembali tak perlu dicederai dengan pengerahan massa. Hal tersebut karena dapat membut situasi kembali memanas dan dikhawtirkan dapat menimbulkan intimidasi.

Tamasya Al Maidah
Copyright©terasbintang

Warga DKI Jakarta mestinya juga mempunyai hak dan seharusnya mempunyai kebebasan serta perasaan tenang dalam menentukan pilihan di TPS. Dan dengan adanya pengerahan massa ini akan diperkirakan akan berdampak negatif dengan adanya aksi-aksi lanjutan.

Maka dari itu aksi Tamasya Al Maidah seharusnya tak dilakukan dalam Pilkada DKI putaran kedua ini. Justru dalam Pilkada ini harus menjadi contoh pelaksanaa pemilihan secara demokratis karena sebelumnya beberapa pihak seperti tokoh agama dan juga politikus menyatakan jika kondisi akan aman serta tertib saat pelaksanaan pencoblosan.

baca juga Berita Terkini: Tim Sukses Ahok dan Djarot Beri Penjelasan Soal Sapi di Kepulauan Seribu!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY