Dituduh Disogok untuk Menangkan Ahok-Djarot di Pikada DKI Putaran Kedua, Begini Tanggapan Polri!

0
966
Jenderal Pol Rikwanto
Copyrigth©Kompas

Dituduh Disogok untuk Menangkan Ahok-Djarot di Pikada DKI Putaran Kedua, Begini Tanggapan Polri!

Indowarta.com – Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menuding adanya dana triliunan rupiah yang digelontorkan oleh paslon Pilkda DKI nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Uang tersebut diduga digunakan untuk membayar aparat keamanan. Hal tersebut disampaikan oleh Rizieq dalam acara ceramahnya. Ceramah tersebut direkam dan videonya diunggah di situs berbagi video Youtube. Bahkan video tersebut kini menjadi viral.

Tudingan yang dilontarkan oleh Rizieq tersebut tidak ditanggapi oleh Kepala Biro Penerangan Mayarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto. Meski pihaknya tidak menanggapinya, namun penyelidikan tetap dilakukan.

Berita Terkini: Pelaku Penghadangan Kampanye Ahok-Djarot Akan Segera Dipanggil Polisi !

Relawan Ahok-Djarot, Suhadi, melaporkan Rizieq ke polisi atas viralnya video ceramahnya tersebut. Rizieq Shihab dianggap telah menyebarkan informasi bernada kebencian dan menyinggung SARA. Rikwanto kemudian mengatakan pihaknya akan menyelidiki soal video tersebut.

Rizieq Shihab
Copyrigth©tstatic

“Akan kami dalami apa kata-katanya, apakah berdasarkan barang bukti yang ada, kapan itu diucapkan, dalam konteks apa, dan ditujukan untuk apa. Akan didalami dulu,” tutur Rikwanto..

Dalam video tersebut, Rzieq menyebut bahwa Ahok-Djarot didukung oleh Sembilan Naga dan menggelontorkan uang untuk pemenangan mereka. menurut Suhadi, dalam video itu disebutkan, uang tersebut digunakan untuk ‘membeli’ aparat keamanan seperti TNI dan Polri.

Selama Pilkada Jakarta 2017 ini, pasangan Ahok-Djarot mengelola dana kampanye mereka secara transparan. Dana kampanye tersebut diperoleh dari sumbangan masyarakat dan perusahaan yang sesuai dengan ketentuan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta.

Suhadi mengatakan dalam Pilkada putaran pertama lalu masih ada sisa dana kampanye Ahok-Djarot sebesar Rp 1,7 miliar. Dana tersebut kemudian dikembalikan ke kas pemerintah. Sehingga jika dikatakan didukung oleh konglomerat itu sangat mengada-ada dan tidak benar.

Karena video tersebut pemimpin FPI tersebut dilaporkan ke Bareskrim Polri. Saat melaporkan, Suhadi membawa barang bukti berupa flashdisk yang berisi vido cerahah Rizieq yang diunduh dari Youtube. Laporan tersebut diterima dengan tanda bukti laporan bernomor TBL/261/IV/2017/Bareskrim.

Rizieq disangkakan dengan pasal 28 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY