Berita Terkini: Kenapa Jaksa Tuntut Ahok dengan Pasal 156 KUHP?

0
593
Sidang Ahok
Copyright©Tempo

Kenapa Jaksa Tuntut Ahok dengan Pasal 156 KUHP?

Indowarta.com – Usai menelan pil kekalahan pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan oleh beberapa lembaga survi, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok harus menerima kenyataan pahit kembali setelahnya.

Bagaimana tidak dalam sidang terkait kasus dugaan penodaan agama yang digelar pada Kamis (20/4) kemarin beragendakan mendengarkan tuntutan dari jaksa penuntut umum. JPU  menuntutnya dengan hukuman pidana 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

JPU Ali Mukartono di hadapan majelis pada Kamis siang mengatakan, “Perbuatan saudara secara sah dan meyakinkan telah memenuhi unsur 156 KUHP, oleh karena itu terdakwa harus dijatuhi pidana 1 tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.”

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Begini Komentar Jokowi Soal Wacana Ahok Akan Jadi Menteri!

Jaksa menilai perkataan terdakwa di Kepulauan Seribu pada September 2016 lalu telah memenuhi unsur kebencian, penghinaan dan permusuhan dalam Pasal 156 KUHP.

sidang Ahok
Copyright©Bisnis Indonesia

Ali Mukartono saat ditemui usai sidang mengatakan, “Pertimbangannya karena sudah dijelaskan, antara lain buku yang dibuat yang bersangkutan, pak Ahok, diterima sebagai fakta hukum”. Buku yang dimaksud oleh Ali adalah buku yang bertajuk ‘Merubah Indonesia’ yang ditulis oleh suami Veronica Tan tersebut.

Dalam buku tersebut, pria berusia 50 tahun tersebut menjelskan presepsinya soal penggunaan surat Al Maidah ayat 51 dalam Pilkada. Ahok mengaku sempat menjadi korban elit politik dalam Pilkada 2007 lalu di Bangka Belitung. Kala itu, Surat Al Maidah digunakan oleh elit politik sebagai salah satu senjatanya.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Berbagai Peraturan Ahok yang Bakalan Dicabut Oleh Anies Baswedan Saat Jadi Gubernur DKI!

Atas dasar itulah jaksa menilai tafsir Ahok terhadap Al Maidah yang kemudian menjadi materi pidatonya di Kepulauan Seribu dirasa tidak tepat.

Salah satu jaksa, Ardito Murwadi, saat membacakan pertimbangan jaksa di dalam sidang mengatakan, “Tuduhan terdakwa terhadap orang yang melakukan pembohongan pembodohan adalah umat Islam, begitu pula di dengan orang Islam yang diajak bicara di Kepulauan Seribu yang dinilai telah dibodohi dibohongi oleh Al Maidah ayat 51 yang pemaknaannya tidak sesuai.”

Perkataan itu pula, dalam pertimbangan jaksa, telah menghina sekelompok golongan. Dalam kasus ini disebutkan, yang dihina adalah kaum Islam di Indonesia.

Baca Juga Berita Terkini: JPU Sudah Siap Bacakan Tuntutan Untuk Ahok di Sidang Hari Ini!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY