Mengungkap Tabir Misteri Kematian RA Kartini, Benarkah Karena Diracun?

    0
    886
    RA Kartini
    Copyright©Radar Indo

    Mengungkap Tabir Misteri Kematian RA Kartini, Benarkah Karena Diracun?

    Indowarta.com – Siapa yang tidak tahu sosok RA Kartini, ia merupakan salah satu sosok pahlawan nasioba Indoinesia. Ia dikenal sebagai tokoh wanita hebat yang berjuang untuk kebebasan kaum wanita pada masa perjuangan melawan penjajah.

    Untuk mengenang jasanya, setiap tahunnya, setiap tanggal 21 April selalu diperingati oleh masyarakat Indonesia. mereka menyebutnya dengan Hari Kartini. Kartini menjadi sosok yang menginspirasi lantaran keberaniannya mendobrak tata nilai yang berlaku saat itu. Ia merupakan pencetus emansipasi wanita.

    Sayangnya ia meninggal di usianya yang kala itu mash 25 tahun, tepatnya tanggal 17 September 1904 di Rembang Jawa Tengah. Kematian RA Kartini ini sempat memicu perdebatan di kalangan sejarawan. Pasalnya sebelumnya Kartini masih sehat-sehat saja, namun tiba-tiba kondisinya memburuk di 30 menit terakhir. Ada yang menuing kematiannya lantaran di racun.

    Hari Kartini
    Copyright©Liputan6

    Konon, Djojoadiningrat mendekap kartini saat diatas dipan jati cokelat berukir. Pada 12 Septembr 1904 itu, di kamar utama kadipaten yang berukuran 5 x 6 meter, perempuan yang baru dinikahinya selama 10 bulan tersebut perlahan menutup mata untuk selamanya.

    RA Kartini saat itu masih berusia 25 tahun. 12 hari kemudian Bupati Rembang itu menulis, “Pikirannya masih jernih dan sampai detik terakhir ia masih sadar sepenuhnya.” Itu ia tulis saa mengabarkan kematian sang istri kepada Jecques Henrij Abendanon, direktur di Departemen Pendidikan, Agama, dan Industri Hindia Belanda.

    Menurutnya, 30 menit sebelum ajal menjemput RA Kartini, istrinya itu masih sehat. Ia hanya mengeluhkan perutya yang terasa tegang. Van Ravesteijin, dokter sipil dari Pati, datang dan memberikan obat. Namun setalh itu ketengangan di perut Kartini malah menghebat dan 30 menit kemudian ia meninggal dalam pelukan Djojoadiningrat di hadapan dokter.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here