Mengungkap Tabir Misteri Kematian RA Kartini, Benarkah Karena Diracun?

    0
    513

    Empat malam sebelumnya, di tempat yang sama dan dokter yang sama pula, ia melahirkan anak tunggalnya, Raden Mas Soesalit. Sebenarnya Kartini merasakan kontraksi satu hari sebelumnya. Namun Bouman, dokter langganannya tidak ada di tempat.

    Apa boleh buat, suaminya terpaksa memanggil Ravesteijn dari Pati, 35 kilometer dari Rembang, kendati sang dokter baru bisa datang esok paginya. Keesokan harinya, mulai pagi hingga sore persalinan tidak kunjung berhasil. Untuk mempercepat persalinan digunakan alat bantu. Pukul 21.30 Kartini berhasl melahirkan dengan selamat. Tanpa rasa cemas sang dokter kembali ke Pati.

    RA Kartini
    Copyright©Liputan6

    Di hari keempat, dokter memeriksa Kartini, menurutnya kondisinya baik-baik saja. kemudian dokter tersebut meminta Kartini untuk minum obat. 30 menit setelahnya dokter pergi, Kartini mengeluh sakit, sehingga sang suami menyuruh orang untuk memanggil dokter kembali. aat dokter tiba, kondisi Kartini sudah parah.

    Kematian mendadak itu tak hanya mengejutkan, namun juga memicu rumor RA Kartini mati di racun, menurut Bouman yang semoat melakukan penyelidikan, Ravesteijn adalah dokter yang tidak dapat dipercaya.

    Hingga kini dugaan itu tak pernah terbukti. Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia Kabupaten Rembang Edi Winarno menganggap kecurigaan itu tak berdasar. Menurut dia, tidak ada alasan bagi orang di sekitar Kartini untuk membunuhnya.

    Penting Berita Hari Ini : Sejarah Hari Kartini 21 April Lusa Yang Tentunya Tak Boleh Kamu Lupakan Begitu Saja !

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY