Berita Terkini : Doa Ibu Peter Ini Masih Mengalir Untuk Anaknya Yang Masih Disandera Oleh Kelompok Abu Sayyaf !

0
1815
abu sayyaf

Berita Terkini : Doa Ibu Peter Ini Masih Mengalir Untuk Anaknya Yang Masih Disandera Oleh Kelompok Abu Sayyaf !

indowarta.com– Hari ini Jum’at 8 April 2016 merupakan batas akhir yang diberikan kemlompok Abu Sayyaf untuk bernegosiasi. Kelompok Abu Sayyaf menyandera 10 WNI awak Kapal Brahma 12 Milik PT. Patria Maritim Line.

Charlos Barahama 64 tahun dan Sopitje Salemburung 60 tahun yang merupakan orang tua Peter Tonsen Barahama nahkoda kapal Brahma 12 yang merupakan salah satu sandera kelompok abu sayyaf. Saat ini kedua orang tua Peter merasa sangat resah karena hingga saat ini anaknya masih dalam sandera Abu Sayyaf.

Sopitje berharap agar perusahaan tersebut tetap berusaha memenuhi apa yang diminta oleh kelompok Abu Sayyaf. Dia juga berharap kepada pemerintah, perusahaan, kepolisian, dan TNI untuk dapat membebaskan anaknya.

Kini kedua orang tua tersebut hanya bisa berdoa agar anaknya bisa kembali pulang dengan selamat. Kelompok Abu Sayyaf kini meminta tebusan sebesar sekitar Rp 15 miliar. Sementara itu pemerintah Indonesia masih bernegosiasi dengan pemerintah Filipina terkait dengan penyanderaan tersebut.

Sementara Charlos Barahmana menyatakan bahwa pihak perusahaan telah menyanggupi untuk membayar uang terbusan tersebut.  Menteri pertahanan Ryamizad Ryacudu meyatakan bahwa menhan dan pemerintah sudah menyiapkan uang tebusan tersebut. Namun dirinya enggan mengatakan dari mana asal uang tebusan tersebut. Yang jelas uang tersebut bukan merupakan anggaran Negara.

abu sayyaf

Kelompok Abu Sayyaf memang sudah lama terkenal sebagai penculik, pemenggalan, pemboman dan pemerasan. Kelompok ini dicurigai mempunyai andil yang besar dalam kelompok-kelompok lainnya di Asia Tenggara.

Sebelumnya pemerintah Indonesia telah menawarkan bantuan kepada pemerintah Filipina, namun tawaran tersebut ditolak. Walaupun begitu, pasukan khusus Indonesia dari berbagai kesatuan kini bersiaga di perbatasan Tarakan, Kallimantan Utara untuk pembebasan WNI yang disandera Abu Sayyaf.

Disisi lain pengamat pertahanan dan mililter Connie Rahakunduni Bakrie mengungkapkan ketidaksetujuannya atas pemabayaran sejumlah uang kepada kelompok Abu Sayyaf tersebut. Menurutnya Connie pemerintah Indonesia tidak boleh bernegosiasi demgam teroris.

baca juga :

Berita Terkini : 10 WNI Masih Dijaga ketat Saat Disandera Oleh Jim Dragon, Pemimpin Senior Kelompok Abu Sayyaf !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here