Berita Hari Ini : 3 WNI Dibebaskan, JK Pastikan Pemerintah Takkan Keluarkan Uang Tebusan Untuk Kelompok Abu Sayyaf !

0
1572
abu sayyaf

Berita Hari Ini : 3 WNI Dibebaskan, JK Pastikan Pemerintah Takkan Keluarkan Uang Tebusan Untuk Kelompok Abu Sayyaf !

indowartra.com- Abu Sayyaf masih menyandera 10 Warga Negara Indonesia. Terkait hal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin bahwa sandera akan bebas. Jusuf Kalla menyatakan tidak akan membayar uang tebusan yang diajukan oleh kelompok Abu Sayyaf. Menurutnya Negara tidak akan memberikan permintaan itu.

Mengenai pihak perusahaan yang ingin membayar uang tebusan itu, Jusuf Kalla mengaku tidak bisa ikut campur. Tak ada wewenang untuk melarang keinginan perusahaan tersebut. Namun Wakil Presiden Indonesia ini tidak mampu menjelaskan bagaimana upaya pembebasan 10 sandera WNI ini. Jusuf Kalla berdalih masih belum mendapat informasi terbaru terkait sandera tersebut.

Penyanderaan kelompok Abu Sayyaf bukan merupakan yang pertama kali ini terjadi. Sebelumnya pada 30 Maret 2005 tiga awak Kapal Bonggaya 91 dibajak dan ditawan oleh kelompok militant bernamakan Jamiat al-Islamisyah of Southern Mindanao yang merupakan bagian dari jaringan Abu Sayyaf di perbatasan perairan Malaysia Filipina.

Ketiga sandera tesebut adalah Yamin Labuso, Erikson Hutagaol dan juga Ahmad Resmiadi. Dua diantaranya yaitu Erikson dan Yamin berhasil bebas terlebih dahulu oleh aparat keamanan Filipina. Mereka dibebaskan pada 12 Juni 2005 dan disekap selama 73 hari. Namun Resmiadi baru bisa dibebaskan pada 10 September 2005 dan ditawan selama 164 hari hampir enam bulan.

abu sayyaf

Kala itu penyandera menuntut 3 juta ringgit atau setara dengan Rp 7,5 miliar. Uang tebusan tidak diberikan kemudian Komando Wilayah Selatan Angkatan Bersenjata Filipina melakukan operasi militer untuk membebaskan sandera tersebut.

Widodo A. S yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator, Hukum, dan Keamanan mengatakan bahwa upaya pembebasan sandera merupakan kerjasaama antara pihak Indonesia dan juga Filipina. Waktu itu Indonesia membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Mindanao guna menyelamatkan sandera yaitu Resmiadi dan kawan-kawan.

Tak mau ketinggalan, DPR juga membentuk tim pembebas sandera yang dipimpin oleh Jurus Effendi Habibie. Mereka melakukan pendekatan kepada Parlement. Bahkan keluarga korban sempat memnta bantuan dari Abdurrahman Wahid.

baca juga :

Berita Hari Ini : Kelompok Abu Sayyaf Kembali Tewaskan 18 Tentara ELite Filipina Setelah Baku Tembak Selama 10 Jam !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here