Berita Terkini: Terdakwa Kasus Korupsi E KTP Bagi Bagi Rp 10 Juta Ke 5 PNS Kemendagri!

0
694
kasus E KTP
Copyright©Aktual

Berita Terkini: Terdakwa Kasus Korupsi E KTP Bagi Bagi Rp 10 Juta Ke 5 PNS Kemendagri!

Mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil Kemendagri yang kini jadi terdakwa e-KTP, Sugiharto ini ternyata pernah bagi-bagi uang kepada 5 anak buahnya pada saat proyek E KTP ini bergulir. Masing-masing dari lima orang tersebut telah menerima uang sebesar Rp 10 juta.

Pemberian uang tersebut telah diungkapkan oelh salah satu PNS Cukcapil Kemendagri yang menjabat sebagai Sekretaris Korwil 3 yakni Lydia Ismu Martyati Anny Miryanti pada saat pengadaan E KTP berguir. Sebelumnya Anny sendiri telah menjelaskan mengenai fungsi adanya Korwil dalam pengadaan E KTP.

Anny saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat pada hari Senin 8 Mei 2017 ini telah mengatakan “Pertama ada Ketua Korwil eselon 2, Wakil Ketua Korwil, Sekretaris Korwil, di bawah lagi ada penanggung jawab Provinsi dan Kabupaten/Kota”.

WAJIB BACA :  Registrasi SIM Prabayar Tak Bisa Dilakukan Tanpa E KTP?
Sidang E KTP
Copyrigth©detik

Menurut Anny, Korwil 3 ini bertanggung jawab untuk perekaman data E KTP di wilayah Jambi, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Sulsel, Papua, dan Papua Barat. Sementara itu Sugiharto sendiri merupakan Ketua Korwil 3.

Anny menyebutkan bahwa terdapat 4 orang Sekretaris Korwil lain yang telah diapnggil ke ruangan Sugiharto pada saat itu. Empat orang yang telah dipanggil ke ruangan Sugiharto tersebut adalah Sekretaris Korwil 1 Kristina, Sekretaris Korwil 2 Santi, Sekretaris Korwil 4 Wiwi, dan Sekretaris Korwil 5 Handoyo.

Anny menuturkan “Lima-limanya dipanggil ke ruangan beliau, diberikan uang per korwil Rp 10 juta, untuk transport, operasional. Jadi bukan saya yang memberikan tapi kami diberikan di runagan beliau masing-masing kami diberi Rp 10 juta”.

WAJIB BACA :  Setya Novanto Jadi Saksi Sidang Kasus E KTP Hari Ini!

Anny sendiri menjawab tidak pada saat jaksa menanyakan apakah Anny bertanya uang itu dari mana. Selailn itu terkait dengan uang Rp 10 juga tersebut, Anny juga tidak menandatangani apapun. Anny menuturkan “Kami tidak tahu (uang dari mana). Waktu itu kami sudah mau pulang”.

baca juga :

Sidang Kasus E KTP Terbaru, Dirut PNRI Beberkan Pertemuan di Fatmawati!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here