Berita Terkini: Laporan Tahunan BPJS Ketenagakerjaan Wajib diketahui!

0
263
bpjs ketenagakerjaan
Copyright ©bisnisLiputan6

Berita Terkini: Laporan Tahunan BPJS Ketenagakerjaan Wajib diketahui!

Indowarta.com– Pekerja yang tidak mendapatkan laporan tahunan dari BPJS Ketenagakerjaan ini memang patut mencurigai perusahaannya. Hanny Meliana yang merupakan petugas pemeriksa cabang BPJS Ketenagakerajaan Majapahit Semarang ini telah mengatakan bahwa para pekerja yang tidak akan mendapatkan laporan saldo tahunan jika perusahaan menunggak membayar iuran.

baca juga : Berita Hari Ini: BPJS Ketenagakerjaan Berikan Fasilitas Pinjaman Renovasi Rumah Rp 50 Juta

Pada hari Senin 8 Mei 2017 Meliatan menjelaskan “Setiap tahun ada laporan tahunan, pekerja yang tidak dapat laporan tahunan karena perusahaan itu menunggak”. Dirinya pun mengatakan bahwa tenaga kerja yang iuran BPJS Ketenagakerjaannya ini tidak dibayarkan perusahaan akan dapat segera melaporkannya ke Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker setempat.

bpjs-ketenagakerjaan
Copyright ©bintang

Meliana mengatakan bahwa karena BPJS Ketenagakerjaan ini meruakan kewajiban yang harus diberikan pemberi kerja selain gaji yang diterima. Bagi para pekerja yang menginginkan untuk mengetahui perusahaannya ini rutin membayarkan iuran bisa mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan Majapahit Semarang. Meliana menjelaskan “Bisa cek ke sini untuk mengetahui perusahaannya menunggak sejak kapan”.

BPJS Ketenagakerjaan ini telah memberikan perlindungan kepada para pekerja melalui 4 program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan juga Jaminan Pensiun (JP). Tentu saja program tersebut akan membawa manfaat yang besar bagi para pekerja.

baca juga : Berita Terkini: Syarat Utama Dapatkan Fasilitas KPR Dari BPJS Ketenagakerjaan!

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan yakni Agus Susanto ini telah mengatakan bahwa terkait dengan JKK, program ini merupakan perlindungan atas resiko kecelakaan kerja. Jika pekerja mengalami keceakaan kerja, maka BPJS Ketenegakerjaan ini akan memberikan perlindungan berupa seluruh biaya perawatan di rumah sakit.

Yang kedua adalah program JKM. Agus mengatakan bahwa BPJS Ketenagakerjaan ini akan memberikan manfaat berupa uang tunai kepada ahli warisnya engan total sebanyak Rp 36 juta. Yang ketiga adalah mengenai program JHT. Agus mengatakan bahwa program ini selayaknya tabungan untuk masa tua. Nantinya peserta BPJS Ketenagakerjaan ini akan menerima secara total uang yang jadi iuran ke BPJS Ketenegakerjaan berikut dnenga pengembangannya.

Yang terakhir adalah program JP. Program BPJS Ketenagakerjaan ini layaknya manfaat pensiun yang akan diterima oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS).

baca juga :

Berita Terkini: Penjelasan Soal Denda BPJS!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY