Berita Terkini: Benarkah HTI Merongrong Pancasila?

0
362
HTI
Copyright©cnnindonesia

Benarkah HTI Merongrong Pancasila?

Indowarta.com – Dahnil Anzar Simanjuntak selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengatakan bahwa bagi Muhammadiyah, pancasila dan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final.

Bahkan Muhammadiyah juga menyebutnya sebagai ‘Darul Ahdi wa Syahadah’. Yakni Pancasila adalah kesepakatan bersama sebagai bangsa dan negara menuju cita-cita Indonesia yang sejahtera.

Melalui pesan singkatnya, Senin (8/5), Dahnil mengatakan, “ Jadi, jika ada ormas atau kelompok yang mengancam mengganti Pancasila melalui gerakan yang sistematik dan massif, maka silahkan proses secara hukum, buktikan secara faktual.”

Menurutnya sama seperti kasus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) saat ini. ia mengatakan pemerintah lebih baik pemerintah diminta untuk mengedepankan proses hukum dengan tidak melakukan tindakan menekan di luar hukum.

Artinya langkah yang dipilih pemerintah yang paling tepat adalah mengajukan pembubaran HTI ke pengadilan. Ia mempersilahkan pemerintah untuk membuktikan apakah HTI benar-benar merongrong Pancasila dan sebaliknya HTI juga daoat membela diri.

HTI
Copyright©Panjimas

Maka dari itu, menurut Dahnil, pemuda Muhammadiyah akan tetpa berpijak melalui cara-cara konstitusional dalam menyikapi pembubaran ormas tersebut. Sehingga tidak ada cara-cara non demokratis yang dipilih, sehingga dapat merusak tatanan kebebasan berserikat yang telah diatur dalam UUD 1945.

Selain itu ia juga mengimbau kepada semua pihak untuk menyerahkan pada proses peradilan dan tidak melakukan tindakan yang anarkis. Misalnya saja mengancam ormas tersebut dengan cara premanisme selama proses hukum berlangsung.

Dahnil mengatakan, ia tidak mengendaki negara atau kelompok lain yang menjadi hakim terhadap pemikiran, yang sejatinya dilindungi di era demokrasi saat ini.

Seperti yang telah diketahui, pemerintah memutuskan pengajuan pembubaran dan melarang kegiatan yag dilakukan oleh ormas HTI. Pasalnya kegiatan mereka terindikasi kuat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Ormas.

Keputusan untuk membubarkan ormas tersebut, menurut pemerintah, telah melalui suatu proses pengkajian yang panjang. Pemerintah juga mengaku memiliki tiga alasan utama untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia.

Disisi lain, juru bicara HTI Ismail Yusanto menyesalkan langkah yang diambil oleh pemerintah tersebut. ia membatah seluruh tudungan pemerintah terhadap ormas keagamaan tersebut. Ia juga menegaskan selama ini pihaknya tidak pernah melakukan pelanggarab hukum maupun memiliki ideologi anti Pancasila.

Baca Juga Berita Terkini: 3 Alasan Kuat Mengapa Pemerintah BUbarkan HTI!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY