Berita Terkini: Habibie Akan Serahkan Dokumen Tragedi Mei 1998 Ke Jokowi!

2
5733
Tragedi Mei 1998
Copyright©okezone

Berita Terkini: Habibie Akan Serahkan Dokumen Tragedi Mei 1998 Ke Jokowi!

Indowarta.com– Presiden ke 3 Republik Indonesia yakni BJ Habibie ini mengaku tidak mengetahui permasalahan dan juga tantangan  yang dihadapi oleh pemerintah pada saat ini sehingga penyelesaian peristiwa Mei tahun 1998 masih tersendat. Habibie telah meminta kepada keluarga dan juga pendamping korban Tragedi Mei 1998 itu untuk mengumpulkan dokumen tragedi tersebut.

Habibie dalam acara bertajuk Pidato Kebangsaan di Lokasi Pemakaman Massal Korban Tragedi Mei 98,  di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur pada hari Senin 8 Mei 2017 ini telah mengatakan “Nanti serahkan dokumennya ke Komnas Perempuan, saya yang sampaikan langsung ke Presiden Jokowi”.

WAJIB BACA :  Kalahkan Jokowi, Nama Habib Rizieq Shihab Paling Banyak Dicari di Google Sepanjang Tahun 2017!

Yang telah menggelar acara tesebut adalah Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Karena dianggap sebagai tokoh yang mau mendengarkan dan menanggapi keresahan para korban, Habibie pun diundang di dalam acara tersebut.

Tragedi Mei 1998
Copyright©tempo

Selain itu Habibie juga dinilai sebagai tokoh yang menolak kekerasan, menyatakan permintaan maaf kepada para korban dan juga telah mengupayakan untuk pembentukan tim pencari fakta pada saat Habibie masih menjabat sebagai presiden pada saat itu. Habibie mengatakan “Dari sistem otoriter ke demokrasi”.

Menurut Habibie, apabila dipaksakan, kondisi Indonesia akan seperti Uni Soviet yang telah terpecah. Negara adidaya tersebut telah terpecah menjadi 17 negara pada saat transisi. Padahal mereka juga semajemuk Indonesia. Habibie mengatakan “Prediksi bisa terpecah 20-30 negara jika kita paksakan”.

WAJIB BACA :  Kalahkan Jokowi, Nama Habib Rizieq Shihab Paling Banyak Dicari di Google Sepanjang Tahun 2017!

Selain itu Habibie juga sempat memberikan kritik terhadap mereka yang ingin mengganti ideologiu dengan berbasiskan agama. Pancasila adalah ideologi pemersatu kita. Agama harus bersinergi dengan budaya yang majemuk ini. Habibie menuturkan “Keyakinan yang bernama NKRI”.

Tragedi Mei 1998 ini merupakan kerusuhan yang rasial terhadap etnis Tionghoa. Tragedi Mei 1998 ini telah terjadi di Jakarta dan juga beberapa daerah yang lainnya pada 13 hingga 15 Mei 1998. Sementara itu satu hari sebelum terjadi tragedi Mei 1998, sebanyak empat mahasiswa Unviersitas Trisakti telah ditembak dan juga dibunuh dalam demontrasi 12 Mei 1998.

baca juga :

Berita Terkini: PDIP Sorot 7 Kasus Hukum Yang Sedang Mangkrak di Kejaksaan Agung !

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here