Berita Terkini: Warga Kumpulkan KTP Untuk Penangguhan Penahanan Ahok!

0
629
massa pro Ahok
Copyright©Kompas

Warga Kumpulkan KTP Untuk Penangguhan Penahanan Ahok!

Indowarta.com – Massa pro Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang berkumpul di Balai Kota Jakarta hari ini. Para pendukung Ahok merasa terpukul dengan vonis dua tahun penjara atas kasus dugaan penodaan agama yang menjeran mantan Bupati Belitung Timur itu.

Mereka lantas memberikan dukungan moril dengan berbagai cara, salah satunya bergabung sebagai paduan suara dadakan di Balai Kota. Memang sejak pukul 06.00 WIB, pendukung Ahok sudah ramai memenuhi halaman Balai Kota. Mereka hadir dari berbagai daerah dengan mengenakan pakaian merah putih.

Musisi kondang Adi MS menjadi pemandu alunan lagu yang telah ditentukan. Setidaknya ada tiga lagu yang mereka nyanyikan, yakni Indonesia Raya, Rayuan Pulau Kelapa, dan Garuda Pancasila.

Adi menyebut massa yang hadir tergugah jiwa nasioanalismenya  usai mengikuti paduan suara tersebut. Apalagi saat sejumlah kelompok dinilai mulai mencoba untuk merusak keutuhan Bhineka Tunggal Ika.

massa pro Ahok
Copyright©Kumparan

Selain menyanyi, mereka juga mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk menjadi jaminan bagi penangguhan penahanan Ahok. Seorang warga Bekasi, Susy Rizky, menjadi koordinator pengumpulan KTP tersebut. Di Balai Kota, Rabu 10 Mei 2017 ia mengatakan, “Fotokopi KTP dan tanda tangan asli”.

Menurutnya, KTP yang diberikan tidak hanya berasal dari warga Jakarta. Dia menargetkan mengumpulkan 1.000 KTP dukungan untuk penangguhan penahanan Ahok dalam sehari.  Menurutnya, tindakan pengumpulan KTP ini merupakan tindakan spontanitas dari pendukung Ahok.

Maka dari itu, ia belum berkoordinasi dengan tim pengacara Ahok. Saat ini, sudah sekitar 350 KTP dukungan untuk penangguhan penahanan Ahok yang telah terkumpul.

Seperti yang telah diketahui, kasus penodaan agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memang menyita perhatian dari seluruh kalangan. Seluruh media juga turut mengangkat berita soal kasus Ahok ini. Bahkan media asing pun juga membahas vonis Ahok.

Sebagai informasi, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis pidana penjara selama 2 tahun terhadap Ahok pada Selasa (9/5/2017).

Selanjutnya, hakim memerintahkan agar Ahok langsung ditahan. Menetapkan barang bukti yang diajukan penuntut umum tetap terlampir, dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berkas perkara. Hakim juga membebankan kepada Ahok untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu.

Baca Juga Berita Terkini: Usai Ahok Divonis 2 Tahun, Kini Giliran Buni Yani Segera Diadili di Bandung!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here