Iuran BPJS Kesehatan Kuartal I 2017 Naik 17%!

0
1019
BPJS Kesehatan
Copyright©bidikbanten

Iuran BPJS Kesehatan Kuartal I 2017 Naik 17%!

Indowarta.com – Saluran pembayaran yang lebih luas milik Badan Penyelenggara Jaminan  Sosial (BPJS) Kesehatan kini mulai terasa efeknya. Selama tiga bulan pertama tahun 2017 ini, BPJS Kesehatan telah mengantongi pendapatan iuran Rp 17,49 triliun.

Itu artinya jumlah terebut tumbuh 17,15 % jika dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama yakni sebesar Rp 14,93 triliun.

Irfan Humaidi selaku Kepala Departemen Komunikasi dan Humas BPJS Kesehatan mengatakan, peningkatan jumlah tersebut karena jaringan perbankan dengan mitra kerja yang terus ditingkatkan. Saat ini BPJS telah bekerja sama dengan Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN.

Selain faktor tersebut,terdapat juga pembayaran melalui internet banking, autodebit dan kartu kredit seperti BNI dan BCA. Menurutnya seluruh jalur pembayaran iuran ini berkontribusi hampir sama rata terhadap pendapatan iuran. Segmen dan tempat tinggal peserta juga mempengaruhi metode pembayaran.

BPJS Kesehatan
Copyright©bidikbanten

Peserta daerah perkotaan lebih banyak melakukan pembayaran melalui ATM. Sedangkan masyarakat yang tidak memiliki rekening bank membayar langsung melalui gerai modern atau tradisional.

Sementara untuk klaim, pihaknya mengaku klaim belum final untuk dapat dirilis. Hal ini karena klaim pada kuartal I 2017 juga  termasuk dari pembayaran klaim pelayanan yang terjadi untuk pelayanan November dan Desember 2016.

Seiring dengan pendapatan iuran yang menigkat, BPJS Kesehatan tahun ini menargetkan dapat mencapai 201 juta peserta. Hingga kuartal satu tahun ini jumlah peserta 175 juta peserta. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya 164 juta. Pihaknya berharap tahun ini dapat mecapai target yang telah ditentukan.

BPJS Kesehatan tidak merinci target iuran yang ditetapkan tahun ini. Menurut Irfan, target yang ditetapkan yakni jumlah pesertanya, sedangkan untuk pendapatan iuran menyesuaikan.

Sebagai informasi, pada tahun 2016 BPJS Kesehatan membukukan pendapatan iuran RP 67,5 triliun. Perolehan tersebut tumbuh 25% dari pencapaian tahun 2015 sebesar Rp 53,9 triliun.

Selain itu, pada kuartal I tahun ini, BPJS Kesehatan mencatatkan imbal hasil investasi sebesar 2,12%. “Sesuai ketentuan perundangan, Dana Jaminan Sosial (DJS) hanya boleh diinvestasikan ke dalam deposito dan obligasi,” jelas Irfan. Mayoritas DJS masih mengalir ke deposito 93,38% dan obligasi 6,62%.

Baca Juga Berita Terkini: BPJS Kesehatan Jamin Kesehatan Petugas PPSU!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY