Berita Terkini: Fakta Menggelikan yang Menjerat Didin Dibui Saat Ambil Cacing Hutan!

0
1003
ilustrasi dibui
Copyright©Tribunnews

Fakta Menggelikan yang Menjerat Didin Dibui Saat Ambil Cacing Hutan!

Indowarta.com Didin (48) kini harus meringkuk di penjara lantaran mengambil cacing hutan. Ia dijerat denggan UU Kahutanan karena telah memungut hasil hutan tanpa izin. Berikut ini fakta mengenai kasus tersebut.

Pertama soal cacing Sonari, warga Kampung Rarahan, RT 06 RW 08 Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa barat memiliki kebiasaan mencari cacing Sonari sejak lama. Cacing hutan tersebut untuk dijadikan obat tradisional untuk tipes dan sakit panas.

Salah seorang warga menuturkan, selama ini aman-aman saja namun tiba-tiba muncul kasus ini. Ia dan warga mengaku kaget karena mencari cacing Sonari memang dilarang pemerintah.

Baca Juga Berita Terkini : Sosial Media Tengah Heboh dengan Video Pencurian

Didin sendiri mencari cacing hutan hanya sebagai sampingan untuk menambah penghasilan. Sehari-hari ia berjualan jagung bakar. Sang istri, Ela Nurhayati mengaku jika suaminya selama ini tidak pernah mencari cacing Sonari.

istri Didin
Copyright©detik

Karena saat itu memang ada orang yang pesan, maka Didin pun menyanggupinya. Tapi sayang, ia justru ditangkap dan dibui.

Polisi Hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mendatangi kediaman Didin pada 23 Maret 2017 lalu. Sehari setelah itu ia meringkuk dalam penjara dan hingga hari ini.  setidaknya ada 10 orang petugas yang datang ke rumahnya.

Sabang Sirait selaku pengacara Didin  mengatakan, saat itu rumah kliennya sempat dikepung dan digeledah, setelah itu kliennya dibawa dan sampai saat ini tidak dipulangkan ke rumahnya, ia ditahan. Padahal bukan tindak pidana melainkan sifatnya pelanggaran, sehingga cukup dibina saja dan bukan ditahan.

Didin
Copyright©detik

Baca Juga Berita Terkini: Bukan Sabotase, Temuan Kulit Kabel di Saluran Air Merupakan . .

Didin sendiri mengaku larangan untuk mengambil cacing hutan belum ada. Sebelumya tidak ada sosialisasi yang dilakukan terkait dengan pengambilan Cacing Sonari yang ternyata dipersoalkan. Terlebih lagi jika memang ada kesalahan yang dilakukan warga menurutnya itu harusnya bersifat pelanggaran.

Akan tetapi TNGGP membahtah hal itu. Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan Balai Besar TNGGP Ade Mahyar mengatakan penindakan yang dilakukan lebih kepada status pengawasan yang dipersoalkan, bukan terkait aktivitas.

Didin dianggap telah melanggar Pasal 78 ayat (5) dan atau ayat (12) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf e dan atau huruf m UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Baca Juga Berita Hari Ini: Membuat 7 Tahanan Kabur,Begini Cara Bareskrim Beri Sanksi Kepada Tugas yang Lalai !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY