Berita Terkini: Menolak Dibubarkan, PBNU Khawatir HTI Akan Lakukan Hal Ini!

0
2759
HTI
Copyright©Panjimas

Menolak Dibubarkan, PBNU Khawatir HTI Akan Lakukan Hal Ini!

Indowarta.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendung soal rencana pemerintah yang berencana membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut keterangan dari Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, HTI memiliki pandangan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Said Aqil juga mengakui bahwa dalam menyebarkan dakwah HTI tidak melakukan dengan anarkis. Meski begitu, agenda HTI untuk mendirikan khalifah, yang salah satunya dengan mengubah Pancasila, dinilai sangat berbahaya bagi kerukunan bangsa.

Selain itu ia juga menjelaskan sejarah Nabi Muhammad SAW tidak pernah mendirikan Negara Islam, namun Negara Madinah yang pendukungnya terdiri dari muslim pendatang, muslim pribumi, dan nonmuslim yahudi.

Kata Madinah sendiri berasal dari kata madani yang berarti masyarakat sejahtera, bermoral, beragama, cerdas, maju ekonomi dan teknologinya.

HTI
Copyright©wawasansejarah

Seperti yang telah diketahui, saat ini pemerintah tengah berupaya untuk membubarkan HTI. Dalam waktu dekat, kejaksaan akan mengajukan gugatan pembubaran ke pengadilan. Rencana terebut rupanya mendapat banyak tentangan dari banyak pihak. Pemerintah dianggap melarang dakwah dari ormas ini di Indonesia.

Penilaian berbeda disampaikan oleh PBNU. Rais Syuriah PBNU, Kyai Ahmad Ishomuddin mengatakan, pembubaran tersebut bukan berarti dari pelaranga dakwah. Pasalnya yang dilarang yakni gerakan politik dari ormas tersebut.

Dia mengatakan, kesalahan besar HTI yakni sikap mengatasnamakan Islam untuk menarik seluruh umat Islam. Hal tersebut bertujuan untuk menegakkan Khalifah Islamiyah yang sifatnya Internasional.

“Mereka ingin membuat sistem negara dipimpin oleh khilafah dari Sabang sampai Maroko. Bukan Merauke ya, tapi Maroko. Mereka menentang national state,” ujar Kyai Ahmad Ishomuddin.

Awalnya HTI adalah organisasi lintas negara di bidang politik yang berasal dari palestina, HTI sendiri terbentuk lantaran kekecewaan terhadap Israel yang terus menjajah Palestina. Dari data yang dipegang PBNU, sekitar 23 negara melarang Hizbut tahrir beraktifitas dan sebagian besar diantaranta merupakan negara-negara Arab.

Juru bicara HTI, Ismail Yusanto membahtah keras tudingan yang dilontarkan pemerintah kepada HTI yang dianggap anti Pancasila dan Undang-Undang 1945.

Baca Juga Wow, HTI Ternyata Sudah Susun RUU Dasar Negara Khilafah di Indonesia!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY