10 BUMN Ini Belum Daftarkan Karyawanya Di BPJS Ketenagakerjaan

0
188
BPJS Ketenagakerjaan

10 BUMN Ini Belum Daftarkan Karyawanya Di BPJS Ketenagakerjaan

Indowarta.com– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan ini telah menyebutkan bahwa lebih dari 10 Badan Usaha Milik Negara atau BUMN ini masih belum mendaftarkan para pegawainya sebagai peserta. Masing-masing perusahaan milik Negara ini pun tercatat telah memiliki ratusan pegawai.

baca juga : Berita Terkini: BPJS Ketenagakerjaan Bidik 21 Perusahaan ‘Bandel’ di Solo!

Hal ini telah disampaikan oleh M. Khrisna Syarif yang menjabat sebagai Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan setelah acara Peringatan Hari Pensiun Nasional di area Car Free Day, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta pada  hari Minggu 14 Mei 2017 kemarin. Khrisna mengatakan bahwa masih banyak perusahan yang masih belum bisa tertib. Jumlahnya terdapat lebih dari 10 perusahan BUMN.

Perlu diketahui bahwa seluruh pekerja di Indonesia baik yang berada di dalam sektor formal maupun non formal ini wajib untuk terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk bisa mengikuti sebanyak empat program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian (JKM).

BPJS Ketenagakerjaan

Hal ini merupakan amanat dari Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS, dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2013 tentang Tahapan Kepesertaan Program Jaminan Sosial.

Dengan adanya payung hukum tersebut, maka setiap perusahaan ini secara bertahap wajib untuk mendaftarkan seluruh karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Khrisna juga telah menambahkan bahwa dari 10 BUMN yang masih belum mendaftarkan karyawannya itu sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, ada beberapa perusahaan yang sudah besar.

baca juga : Iuran BPJS Kesehatan Kuartal I 2017 Naik 17%!

Masing-masing dari perusahaan yang berplat merah itu un memiliki pegawai lebih dari 100 orang. Bahkan ada juga yang memiliki pegawai hingga 500 orang. Namun Khrisna sendiri tidak menyebutkan secara detil mengenai identitas dari BUMN yang masih belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

Khrisna sendiri juga telah mengatakan bahwa BPJS telah melayangkan surat kepada Menteri BUMN yakni Rino Soemarno untuk mendorong lebih dari 10 perusahaan tersebut agar segera mendafatkan pegawainya di BPJS Ketenagakerjaan.

baca juga : 

Berita Terkini: WNA Boleh Nikmati BPJS Kesehatan?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY