BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Dana Kelolaan Sampai Rp 300 Triliun!

0
150
BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Dana Kelolaan Sampai Rp 300 Triliun!

Indowarta.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan akan menargetkan dana kelolaan yang cukup besar. Kali ini BPJS Ketenagakerjaan akan menargetkan dana sebesar Rp300 triliun hingga ahir tahun 2017 nanti. Hal ini juga dikatakan oleh Direktur utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto.

Agus mengatakan jika memang benar BPJS Ketenagakerjaan akan menargetkan dan kelolaan sebesar Rp 300 triliun yang digunakan untuk Jaminan Hari Tua (JHT). Hingga kini BPJS telah mengelola dana sebesar Rp 269 triliun dan untuk JHT merupakan paling besar yakni sekitar Rp 214 triliun.

Jika direalisasikan pengelolaan dana sendiri pada tiga bulan pertama mengalami peningkatan hingga 19 persen dibandingkan tahun lalu. Dana itu berasal dari iuran para pekerja yang nantinya juga akan diperuntukan untuk pekerja sendiri.

Dana itu nantinya akan memberikan manfaat mulai dari jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kematian (JKm). Dana tersebut sebagian besar merupakan milik dari peserta atau dsiebut sebagai Dana Jaminan Sosial (DJS). Sedangakan BPJS sendiri hanya menaruh aset dana sedikit.

bpjs-ketenagakerjaan
Copyright ©bintang

Sementara itu total pekerja yamg bergabung dalam BPJS Ketenagakerjaan sendiri mencapai 22,6 juta yakni berasal dari sektor fomal dan informal. Kemudian ada tambahan lagi yakni sebesar 25,2 juta peserta yang membuat total keseluruhan menjadi 48 juta pekerja yang tercatat masih aktif.

Seperti diketahui jika BPJS mengambil langkah untuk mendongkrak jumlah peserta dengan menggandeng sejumlah perbankan nasional. Peserta bertambah akan membuat iuran juga bertambah sehingga membuat dan kelolaan menjadi naik.

Direktur Pelayaan BPJS Ketenagakerjaan, Khrisna Syarif juga angkat bicara terkait hal ini. Dia menuturkan jika para pekerja perlu berinvestasi dalam program jaminan pensiun guna mengantisipasi kebutuhan setalah tak bekerja nanti.

‘Kita semua tentu tak ingin jika masa pensiun nanti memiliki keterbatasan dalam segi finansial. Maka dari itu perlu adanya investasi ’ ujar Khrisna.

Sementara itu diketahui aset yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan hingga Februari 2017 hanya tumbuh sekitar Rp 6 triliun menjadi Rp 244 triliun. Maka dari itu perlu dilakukan evaluasi bersama guna memperbaiki program pensiun agar nantinya dapat bersinergi dengan program yang lainnya.

baca juga : 10 BUMN Ini Belum Daftarkan Karyawanya Di BPJS Ketenagakerjaan

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY