Kasus Novel Baswedan Sudah Masuk Hari Ke-34, Pemerintah Tutup Mata?

0
317
Novel Baswedan
Copyright ©Okezone

Kasus Novel Baswedan Sudah Masuk Hari Ke-34, Pemerintah Tutup Mata?

Indowarta.com- Ini merupakan hari ke 34 kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK yakni Novel Baswedan. Namun hingga saat ini masih juga belum menemui titik terang baik identitas para pelaku ataupun motif sang pelaku.

baca juga : Berita Terkini: Kondisi Kesehatan Mata Kiri Novel Baswedan Menurun!

Haris Azhar, pendiri  Lokataru lembaga advokasi hukum dan hak asasi manusia mengaku bahwa dirinya merasa kecewa dengan lambatnya pengungkapan teror kepada Novel Baswedan ini. Haris mengatakan “Saya tidak mengerti, dalam kasus Novel Baswedan ini, pemerintah  mah sepertinya tutup mata”.

Haris menambahkan “Pemerintah lempar ke polisi, sementara polisi cuma lihat dari faktor lokasi aja,” kata Haris Azhar. “Sebulan cuma berkutat disoal pelaku lapangan”. Gagasan tim independent ataupun tim pencari fakta yang pernah diungkapkan oleh beberapa tokoh sebelumnya seperti mantan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, menurut Haris Azhar hal ini sudah perlu diwujudkan meskipun Jokowi dan JK ini pernah mengungkapkan tidak perlu adanya tim independen tersebut.

Novel Baswedan
Copyright©harian publik

Hari menyebutkan bahwa sebaiknya tim Independen tersebut bisa dibentuk. Haris mengatakan “Temuan saya, kasus Novel  Baswedan harus dibongkarnya juga dari dalam KPK sendiri. Bisa jadi, dari dalam KPK ada banyak petunjuk atas kasus Novel ini”.

Sementara itu aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yakni Usman Hamid ini telah mempertanyakan kemampuan dari polisi untuk bisa mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan itu.

baca juga : Berita Terkini: Terduga Penyerang Novel Baswedan Adalah Petugas Keamanan!

Menurut Usman, sudah satu bulan lebih ini pihak kepolisian masih belum bisa menemukan siapa pelaku teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Usman yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Amnesty International perwakilan Indonesia telah mengaskan bahwa dengan dilepaskannya terduga pelaku yang berinisial AL itu telah menunjukkan bahwa butki yang dimiliki oleh pihak kepolisian ini masih kurang.

Usman pun menilai bahwa usaha dari pihak polisi untuk mencari bukti ini masih belum maksimal. Usman di dalam sebuah diskusi di Bilangan Cikini, Jakarta Pusat pada hari Minggu 14 Mei 2017 mengatakan “Sayangnya keputusan untuk melepaskan mereka justru memperlihatkan bahwa polisi kekurangan bukti. Kalau kekurangan bukti, berarti usaha untuk mencari bukti kurang maksimal. Ini yang saya khawatirkan”.

baca juga :

Genap Sebulan, Kasus Teror Novel Baswedan Masih Jadi Misteri!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY