Berita Terkini: Polda Bali Bantah Hentikan Kasus Munarman FPI!

0
310
Copyright©Tempo

Polda Bali Bantah Hentikan Kasus Munarman FPI!

Indowarta.comKepolisian Daerah Bali membantah isu adanya Surat Perintah penghentian Penyidikan (SP3) terkait kasus dugaan fitnah terhadap pencalangan Bali dengan tersangka Munarman, mantan juru bicara Front Pembela Islam (FPI).

Kecurigaan penghentian kasus ini lantaran penangannya yang dinilai lambat. Namun Kepala Bidang Humas Polda Bali Ajun Komisaris Besar hengki Widjaja, Senin (15/5) mengatakan pihaknya tetap melanjutkan penyidikan kasus Munarman FPI.

Ia menyangkal tuduhan pihaknya bermalas-malasan bahkan isu yang muncul menghentikan penyidikan, SP3 itu tidak benar.

Baca Juga Berita Terkini: Munarman Akan Datangi Polda Bali Hari Ini !

Menurutnya, proses penanganan kasus Munarman FPI terkesan lambat lantaran hingga saat ini pihak kepolisian belum juga berhasil menemukan Hasan Ahmad, pengelola situs FPI dan pengunggah video yang menayangkan aksi Munarman.

Munarman
Copyright©Tribunnews

“Kami menggunakan UU ITE, tidak bisa misalnya Munarman dulu, tapi harus yang upload dulu. Undang-Undang ITE mengharuskan peng-upload yang harus diproses,” tuturnya. Ia juga menambahkan Hasan Ahmad telah dinyatakan sebagai buronan sejak 28 Februari 2017.

“Di rumahnya (Hasan Ahmad) tidak ada,” tuturnya. Polda Bali masih berupaya menemukan Hasan Ahmad. “Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Malang,” katanya. Ia menambahkan sampai saat ini belum ada kabar terkait keberadaaan Hasan yang berdomsili di Malang, Jawa Timur.

Diketahui, pagi tadi, puluhan orang yang tergabung dalam Perguruan Sandhi Murti, Patriot Garuda Nusantara (PGN), gerakan pemuda (PG) Ansor dan pecalang menggeruduk Polda Bali. Mereka mengaku ingin memantau perkembangan kasus penghinaan pecalang oleh Munarman FPI yang terkesan lambat prosesnya di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali.

Baca Juga Berita Terkini: Usai Rizieq Shihab, Kini Jubir FPI Munarman Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ajukan Praperadilan !

Aksi tersebut diterima oleh Pihak Polda Bali. 15 orang dari massa bertemu dengan Wadir Reskrimsusu Ajun Kombes Rudi Setiawan dan kabid Humas Ajun Kombes Hengky Widjaja. Mereka melakukan pertemuan di ruang rapat Direktorat Reskrimsus.

Kuasa hukum Gerakan Advokat Bhineka Tunggal Ika Valerian Libert Wangge setelah pertemuan tersebut mengatakan proses kasus Munarman FPI harus cepat dituntaskan agar tidak menimbulkan keresahan.

Pihak kuasa hukum mendesak agar polisi mau melakukan penahanan Munarman. Juru bicara Gerakan Advokat Bhineka Tunggal Ika Agustinus Nahak mengatakan dari hasil pertemuan tersebut dipastikan tidak ada SP3 dalam kasus ini.

Baca Juga Berita Terkini: Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Kasus Penodaan Agama Habib Rizieq Shihab dan Munarman Akan Segera Dilanjutkan!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY