Berita Hari Ini : Dua Kapal Indonesia Ini Dibajak, 4 ABK Jadi Tawanan Kelompok Abu Sayyaf !

0
1800
abu sayyaf

Berita Hari Ini : Dua Kapal Indonesia Ini Dibajak, 4 ABK Jadi Tawanan Kelompok Abu Sayyaf !

indowarta.com– Insiden pembajakan kapal oleh kelompok militan Abu Sayyaf kembali terjadi. ABK asal Indonesia ini disandera di perairan perbatasan Filipina-Malaysia. Pemerintah melalui Kememterian Luar Negeri (Kemlu) angkat bicara terkiat perkara penyanderaan yang kembali terjadi ini. Kemlu memastikan ada langkah selanjutnya agar insiden serupa tak terjadi lagi.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Lalu Muhamad Iqbal menyatakan bahwa pemerintah Indonesia akan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kejadian penyanderaan yang kembali terjadi ini. Namun Iqbal tidak menjelaskan lebih rinci tentang langkah apa yang akan diambil oleh pemerintah Indonesia.

Hanya saja untuk memastikan agar hal serupa tidak terjadi lagi, Indonesia dipastikan bahwa tidak akan berkerja sendirian. Beberapa Negara tetangga juga akan diajak berkerja sama untuk mengatasi pembajakan kapal yang kini marak terjdi di perairan perbatasan Filipina-Malaysia.

abu sayyaf

Empat pelaut asal Indonesia kembali di culik oleh kelompok militant Abu Sayyaf. Mereka diculik ketika melintasi perairan Filipina pada Jum’at 15 April 2015 malam hari waktu setempat. Ketika penculikan terjadi, enam ABK asal Indonesia berhasil kabur. Namun satu diantara mereka ada yang terluka. Mereka berhasil melarikan diri ke Semporna kawasan pantai timur Sabah, Malaysia.

Ini merupakan pembajakan yang terjadi ketiga kalinya dalam sebulan yang berada di perairan internasional di Tawi-tawi, pulau milik Filipina yang berbatasan dengan pantai timur Sabah, Malaysia.

 ABK WNI yang berhasil lolos dan terluka tersebut kemudian dikirim ke Semporna untuk memdapatkan perawatan medis. Untuk mencari bantuan dari pihak polisi, lima ABK yang lolos mengarahkan kapal tunda mereka menuju Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia.

Sebelumnya Narapidana teroris Umar Patek telah menawarkan diri sebagai negosiator pemebasan 10 WNI yang telah disandera kelompol mililtan Abu Sayyaf. Umar Patek diketahui pernah berhubungan dengan kelompok militant Abu Sayyaf.

Namun menteri pertahanan Ryamizard Ryacudu menolak hal itu karena menilai bahwa tawaran tersebut tidak diperlukan. Ryamizard percaya diri bahwa tanpa Umar Patek, Indonesia bisa mengatasi masalah ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here