Waspada, Pakar Prediksi Akan Ada Serangan Lagi Usai Ransomware WannaCry!

0
424
Ransomware
Copyright©hacker news

Waspada, Pakar Prediksi Akan Ada Serangan Lagi Usai Ransomware WannaCry!

Indowarta.com – Serangan Ransomware WannaCry sejak jumat pekan lalu memang menyita perhatian dunia. Pasalnya program komputer jahat tersebut menyandera data komputer yang diserangnya.

Menurut keterangan dari beberapa pakar kemananan digital, akan diadakan serangan selanjutnya. seperti yang dikatakan oleh pakar keamanan dari Venable dan pensiunan Angkatan Laut Amerika Serikat navy, James Barnett.

“Pekan ini saat jutaan orang kembali bekerja, mereka akan menghidupkan komputer untuk melihat apakah mereka terinfeksi, disitulah terdapat celah”.

Ransomware WannaCry sendiri pertama kali mengidentifikasi national Health Service di Inggris sebelum akhirnya menyebar ke 99 negara.

Kominfo
Copyright©regmedia

Pera peretas yang dikenal dengan nama Shadow Brokers, menggunakan WannaCry untuk mengunci komputer dan mengancam menghapus data korban jika tidak mambayar yang teah ditetapkan yakni US$ 300 atau setara dengan Rp 4 juta.

Para korban disebutkan banyak yang menggunakan Windows XP, semua sistem operasi yangmasih digunakan di seluruh dunia. Beruntungnya, sebagian besar potensi kerusakan dapat diminimaisasi seorang peneliti kemananan berusia 22 tahun.

Melalui akun Twitter @Malware TechBlog orang yang tidak disebutkan namanya itu tidak sengaja menyertakan kill switch dalam perangkat lunak yang memungkinkan pemilik situs web tertentu menghentikan serangan.

Dengan hanya membayar US$10 atau setara dengan Rp 135 ribu untuk membayar domain, peneliti tersebut berhasil menggagalkan upaya penyusupan Ransomware WannaCry yang lebih masif.

Akan tetapi menurut Barnett, kemenangan itu mungkin berumur pendek. Para hacker itu kemungkinan akan terus memodifikasi WannaCry. Sebenarnya serangan Ransomware WannaCry ini sudah diprediksi dejak tahun 2015. Saat itu, serangan ransomware, bersifat menyebar dengan banyak peretas, terjadi di beberapa negara.

Tren itu semakin meningkat setelah kelompok hacker Shadow Brokers pada april lalu mengklaim telah berhasil mencuri celah keamanan yang dibuat National Security Agency dan merilisnya ke publik.

Kapan serangan kedua akan dimulai? Menurut keterangan yang diberikan oleh Singer, secepatnya. Terlebih masih banyak lembaga dan perusahaan yang menggunakan Windows XP.

Diseluruh dunia, termasuk Amerika, masih banyak sistem pemerintah yang menjalankan Windows XP. Dan sebagian besar sudah pasti terhubung dengan internet.

Baca Juga Berita Terkini: 9 Tips Manjur dari Kominfo Sial Virus Wannacrypt!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here