Berita Terkini: Gerbong Commuter Line Khusus Perempuan Perlu Dievaluasi!

0
356
Commuter Line Khusus Perempuan
Copyright©tempo

Gerbong Commuter Line Khusus Perempuan Perlu Dievaluasi!

Indowarta.com – Kali ini Komisi Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) berharap dilakukan evaluasi terhadap Commuter Line Khusus Perempuan. Hal ini perlu dilakukan karena terkait kesaksian mengenai ganasnya gerbong khusus wanita di Kereta Rel listrik (KRL/Commuter Line).

Bermacam kesaksian bermunculan setelah aksi perkelahian antara dua perempuan di Commuter Line Khusus Perempuan yang menjadi viral. Hal tersebut sontak langsung mendapat tanggapan dari Komisioner Komnas Perempuan Indrayanti Suparno.

Dia mengatakan jika gerbong yang diperuntukan khusus wanita tersebut perlu dilakukan pembenahan serta evaluasi setelah kejadian tersebut. ‘Gerbong kereta listrik khusus perempuan ini perlu diperbaiki atau dievaluasi’ uajarnya pada Kamis, 18 Mei 2017.

Commuter Line Khusus Perempuan
Copyright©detik

Indrayanti Suparno mengatakan jika perlunya dilakukan evaluasi demi kenymanan penumpang kereta listrik ini. Maka dari itu Komnas Perempuan berpandangan jika penyediaan alat transportasi khusus perempuan yang memberikan kenyaman menjadi tugas pemerintah. Meskipun begitu kereta khusus untuk perempuan tersebut bukanlah satu-satunya solusi penyediaan layanan untuk perempuan itu sendiri.

Indry mengatakan jika gerbong Commuter Line Khusus Perempuan tersebut bukanlah solusi terbaik. Pasalnya gerbong berwarna pink karena identik dengan kesan perempuan itu ternyata tidak menjamin terpenuhinya kebutuhan akan alat transportasi.

Hl itu diatakan karena dengan adanya gerbong berwarna pink tersebut justru mengerus sikap toleransi antar perempuan. Sedangkan awalnya pengadaan gerbong ini sebagai pengambilan langkah praktis untuk menyelamatkan para perempuan dari aksi pelecehan seksual di angkutan umum.

Maka dari itu evaluasi sangatlah perlu dilakukan terebih gerbong sendiri tidak hanya diperlukan berdasarkan alat kelamin saja. Namun dengan adanya gerbong khusus tersebut perlu adanya sesifikasi yang jelas menurut kebutuhan.  Seperti untuk kebutuhan Ibu hamil, penyandang distabilitas bahkan untuk lansia sekalipun.

‘Gerbong khusus perempuan tersebut diciptakan untuk mencegar terjadinya pelecehan seksual mulanya. Namun jika difikir harusnya mempunyai spesifik khusus untuk kebutuhan dan jika tidak mereka para perempuan akan sulit untuk bertoleransi’ sambung Indri.

Commuter Line Khusus Perempuan akan menggerus sikap toleransi karena mereka sesama perempuan merasa berani untuk berebut tempat dalam garbong. Sedangkan berbeda pada angkutan umum kerana sikap simpati dan toleransi akan muncul digerbong yang bercampur dengan kaum pria.

baca juga : Nyamar Jadi Pembeli Lewat FB, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku yang Jual Barang Hasil Rampokan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here