Kriminalisasi, Jadi Gaya Khas Rezim Jokowi Singkirkan Lawan Politiknya!

0
940
Jokowi
Copyright©Poskota news

Kriminalisasi, Jadi Gaya Khas Rezim Jokowi Singkirkan Lawan Politiknya!

Indowarta.com – Masyarakat dinilai telah memahami gaya politik khas rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menyingkirkan lawan politiknya. Kriminalisasi dinilai menjadi andalan dari pemerintahan Jokowi dalam menyingkirkan lawan politiknya.

Mantan Staf khusus era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Andi Arief mengungkapkan dalam kasus chat hot yang melibatkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab merupakan salah satu bentuk kriminalisasi.

Andi mengatakan atas dasar itu ia menyarankan Rizieq Shihab tidak usah takut menghadapinya karena masyarakat telah memahami kasus tersebut adalah upaya kriminalisasi dari Pemerintahan Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan oleh Andi melalui akun Twitter pribadinya @andiariefaa, Rabu (17/5). “Habib Rizieq sebaiknya pulang saja segera, hadapi saja kasus ini. Rakyat sudah kadung paham bahwa kriminalisasi khas rezim Jokowi,” cuit Andi.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Setya Novanto Akan Rayu Jokowi Jadi Capres Usulan Golkar?
Jokowi
Copyright©VOA Indonesia

Menurutnya, kasus chat hot yang dituduhkan kepada Imam Besar FPI tersebut sebagai salah satu upaya Pemerintahan Jokowi untuk memenjarakan Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) itu.

Andi menambahkan, upaya tersebut semakin gencar dilaksanakan setelah Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim terkait kasus penodaan agama.

Menurut Andi, bagi pemerintahan Jokowi keadilan itu jika Ahok dipenjara, maka Habib Rizieq juga harus dipenjara.

Seperti yang telah diketahui, menurut keterangan yang dipaparkan oleh pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro sempat mengatakan kliennya itu tidak akan pulang ke Indonesia untuk memenuhi panggilan dari pihak kepolisian terkait dengan kasus chat hot.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Belum Bahas Soal Cawapres, Golkar Diminta Naikkan Elektabilitas!

Sugito beranggapan, kasus tersebut bermuatan politis. Sehingga kliennnya itu tidak akan pulang ke Indonesia untuk memenuhi panggilan jika hukum di Indonesia belum ditegakkan.

“Habib bisa saja belum pulang sampai Jokowi tidak lagi jadi presiden,” ujar Sugito.

Ia menduga kasus chat hot tersebut digulirkan oleh pihak kepolisian lantaran ada pihak yang kecewa Ahok dipenjara karena kasus penodaan agama. Tak hanya itu, diduga ada pihak yang kecewa terhadap kekalahan Ahok tersebut.

Kemudian Sugito menyebutkan 3 pihak yang diduga kecewa atas kekalahan ahok, yakni Jokowi, PDI-P, dan Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga Polisi Masih Selidiki Akun FB yang Diduga Lakukan Penghinaan Pada Jokowi!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY